AAJI Daily News - 12 Januari 2017


Tanggal terbit (12 / 01 / 2017)

HEADLINE NEWS

FM-CC-AAJI-06-001
  1. Standardisasi Biaya Cegah Fraud
  2. Inhealth Bukukan Rp 1,6 Triliun
  3. Asuransi Pikir-Pikir Masuk Repo
  4. Skema Restrukturisasi AJB Bumiputera Masih Retan
  5. BNI Life Bidik Pertumbuhan Premi 50% Di 2017
  6. (Berita Photo) Terus Melakukan Inovasi

MENGENAI AAJI

Standardisasi Biaya Cegah Fraud

Standardisasi biaya pengobatan dan pelayanan dalam layanan asuransi kesehatan diyakini dapat menekan praktik penipuan atau fraud yang menjadi salah satu pemicu melonjaknya klaim. Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), mengatakan pihaknya akan menindaklanjuti dugaan fraud dalam layanan asuransi kesehatan yang ditawarkan pelaku sektor asuransi jiwa. Namun, dia belum bisa memerincikan lebih detail rencana tersebut. Dia meyakini pada tahun lalu realisasi klaim asuransi tidak akan meningkat pesat. “Asuransi jiwa umumnya hanya mengcover pertanggungan di atas proteksi yang sudah diberikan BPJS Kesehatan sehingga naiknya tidak besar,” ujarnya.

Bisnis Indonesia – 12/01/2017, Hal. 21

Narasumber:

  • Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif, AAJI

Inhealth Bukukan Rp 1,6 Triliun

PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia membukukan pendapatan premi Rp 1,62 triliun sepanjang 2016, atau tumbuh 13,2% secara tahunan. Direktur Utama PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Mandiri Inhealth) Iwan Pasila mengatakan, pertumbuhan premi di tahun ini lebih baik jika dibandingkan dengan capaian tahun sebelumnya.  Sepanjang  2015,  perseroan  mencatatkan  pendapatan  premi  Rp  1,43  triliun  atau hanya bertumbuh 2,21% jika dibandingkan dengan premi bruto pada 2014 yaitu Rp 1,4 triliun. Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim memperkirakan pendapatan industri asuransi pada 2017 bisa  bertumbuh  sekitar  20%  dari  capaian  tahun  sebelumnya.  Salah  satu  faktor  pendorongnya  ialah meningkatnya pendapatan  premi yang dipicu oleh pertumbuhan penjualan dari saluran bancassurance. Ikhtisar data keuangan industri asuransi jiwa yang dirilis Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan total pendapatan industri per Oktober 2016 mencapai Rp133,11 triliun atau tumbuh 50,03% jika dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu yaitu Rp88,72 triliun.

Bisnis Indonesia – 12/01/2017, Hal. 21

Narasumber:

  • Hendrisman Rahim, Ketua Umum, AAJI

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Asuransi Pikir-Pikir Masuk Repo

Lahan investasi perusahaan asuransi bertambah. Salah satunya investasi di repo. Hanya saja, sejumlah perusahaan asuransi mengaku belum tertarik untuk berinvestasi di repo. PT Asuransi Jiwasraya semisal, memilih fokus pada instrumen yang ada selama ini. "Sebab sudah menyesuaikan dengan asset liablility matched untuk 2017," terang Direktur Jiwasraya Hary Prasetyo, Rabu (11/1). Meski memberikan banyak pilihan bagi perusahaan asuransi, namun penempatan investasi tetap harus memperhatikan kewajiban dalam periode tertentu. Hary mengakui bahwa di tahun ini perusahaannya berencana mengalihkan sejumlah dana di portofolio investasi. Namun, masih ada di keranjang investasi saham, reksadana, obligasi, deposito sampai properti.

Harian Kontan – 12/01/2016, Hal. 24

Skema Restrukturisasi AJB Bumiputera Masih Retan

Proses restrukturisasi Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera 1912 (AJBB) masih berlangsung. Di tengah proses tersebut, sejumlah pengelola Statuter AJBB mengundurkan diri lantaran tak setuju skema restrukturisasi. Salah satunya, Dirman Pardosi yang resmi mundur 2 Januari lalu. Ia menilai, skema restrukturisasi AJBB sekarang rentan mengganggu pembayaran kewajiban ke pemegang polis lantaran skema transaksi tidak memakai uang tunai. Dirman menjelaskan, awalnya skema penyelamatan AJBB berupa penawaran penjualan AJBB senilai Rp 13 triliun. Terdiri dari aset properti Rp 6,5 triliun dan operasional asuransi Rp 6,5 triliun. Tapi kemudian diputuskan, dari nilai penjualan Rp 13 triliun itu, pembayaran aset properti yang dibayar secara cash cuma Rp 1 triliun dan sisanya Rp 5,5 triliun itu dengan cicilan yang dibayar pada tahun ketiga.

Harian Kontan – 12/01/2016, Hal. 24

BNI Life Bidik Pertumbuhan Premi 50% Di 2017

Perusahaan asuransi jiwa gigih memburu premi pada tahun bershio Ayam Api ini. Perbaikan ekonomi diharapkan mampu menopang pertumbuhan premi hingga dua digit. PT BNI Life Insurance, semisal. Menurut Geger Maulana, Wakil Direktur Utama BNI Life Assurance, tahun ini pihaknya menargetkan pertumbuhan premi 40%-50%. Secara nominal target premi tahun ini berkisar antara Rp 6,6 triliun hingga Rp 7,1 triliun. Sebagai catatan, premi bruto BNI Life per akhir Desember 2016 mencapai Rp 4,74 triliun. Jumlah ini melonjak 46% dibandingkan periode sama 2015 dan sekaligus melampaui rata-rata pertumbuhan premi industri asuransi yang berkisar 20%–30%.

Kontan.co.id - 11/01/2016

http://keuangan.kontan.co.id/news/bni-life-bidik-pertumbuhan-premi-50-di-2017

(Berita Photo) Terus Melakukan Inovasi

Bisnis Indonesia – 12/01/2017, Hal. 21

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.274

IHSG

5.309,92

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%

Sumber Kontan.com , Bi Rate

 

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan, Jakarta Post, Seputar Indonesia, Republika, Media Indonesia, Koran Tempo, Suara Pembaruan, Rakyat Merdeka, Indopos, Warta Kota, Jawa Pos (Jatim), Pikiran Rakyat (Jabar), Suara Merdeka (Jateng), Analisa (Medan), Tribun Timur (Sulsel), Detik.Com, Kompas.Com, Antara.Com, Antarafoto.Com, Tribunnews.Com, Okezone.Com, Beritasatu.Com, Vivanews.Co.Id, Media Asuransi, Warta Ekonomi, Majalah Infobank, Majalah Investor.

DOWNLOAD PDF