AAJI Daily News - 19 Juni 2018


Tanggal terbit (19 / 06 / 2017)

HEADLINE NEWS

 

FM-CC-AAJI-06-001

  1. Asuransi Harus Siap Hadapi Disrupsi Inovasi
  2. Wanaartha Life Targetkan Premi Rp 6 Triliun
  3. Hasil Investasi Menciut, Laba Asuransi Jiwa Turun
  4. Diversifikasi Investasi Jangka Panjang

INDUSTRI ASURANSI JIWA

Asuransi Harus Siap Hadapi Disrupsi Inovasi

Industri asuransi akan menghadapi distrubsi atau gangguan inovasi produk, layanan, hingga inovasi teknologi yang semakin ketat. Oleh karena itu, industri asuransi diharapkan dapat mengantisipasi perkembangan tersebut. Ketua Tim Juri Asuransi Terbaik 2017 Majalah Investor  Herris B Simandjuntak mengatakan, ekonomi nasional memang mengalami pertumbuhan lebih dari 5%, namun belum dapat menggerakan bisnis industri asuransi di Indonesia. Ke depan, tantangan industri asuransi jiwa maupun asuransi umum juga akan membaik.

Investor Daily17-18/06/2017, Hal. 8

Wanaartha Life Targetkan Premi Rp 6 Triliun

PT Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha (Wanaartha Life) optimistis dengan prospek bisnis di tahun 2017. Perusahaan asuransi jiwa ini yakin bisa bisa mencatatkan pertumbuhan premi dua digit sampai tutup tahun 2017. Presiden Direktur Wanaartha Life Yanes Matulatuwa menargetkan bisa menggenjot perolehan premi 15% dari pendapatan premi pada tahun lalu. “Kami menargetkan premi menjadi sekitar Rp 6 triliun,”kata dia. Menurut Yanes, potensi bisnis di asuransi jiwa masih cukup besar. Sehingga Wanaartha Life masih mempunyai peluang terus bertumbuh. Salah satu peluang berasal dari daerah yang selama ini persaingan pasarnya tidak terlalu ketat.

Kontan17/06/2017, Hal. 11

Hasil Investasi Menciut, Laba Asuransi Jiwa Turun

Kemampuan perusahaan asuransi jiwa mendongkrak laba di tahun ini agaknya cukup berat. Ini nampak dari laba perusahaan asuransi jiwa hingga April 2017 yang seret. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, laba industri asuransi jiwa dalam empat bulan pertama 2017 mencapai Rp 3,14 triliun. Angka ini turun tipis 2,2% dari periode sama di 2016 yakni Rp 3,21 triliun. Hasil investasi yang lesu menjadi salah satu penyebab seretnya keuntungan asuransi jiwa. Data yang sama memaparkan, hasil investasi perusahaan asuransi menurun 2,16% dari Rp 8,78 triliun menjadi Rp 8,59 triliun. Direktur PT Asuransi Jiwasraya  Hary Prasetyo mengakui, lesunya hasil investasi ini berdampak pada perolehan  laba. Maklum, bagi pelaku usaha asuransi jiwa, komponen investasi merupakan sumber pendapatan yang cukup diandalkan.

Kontan19/06/2017, Hal. 24

Diversifikasi Investasi untuk Tabungan Jangka Panjang

Menyiapkan dana jangka pendek dan jangka panjang menjadi tujuan banyak orang dalam menentukan instrument investasi. Demikian hal itu dilakukan Nelly Husnayati. Kepala Departemen Hubungan Antar Lembaga Asosiasi Asuransi Jiwa (AAJI) ini juga memilih beberapa instrument sebagai pilihan investasinya dengan memperhitungkan risiko dan imbal hasil (yield).

Investor Daily – 17-18/06/2017, Hal 8

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

13.317

IHSG (per 16 Juni 2017)

5.723,64

BI Rate (per 17 Maret 2016)

6,75%


Sumber Kontan.com , Bi Rate

Sumber Media:

Kompas, Bisnis Indonesia, Investor Daily, Kontan

DOWNLOAD PDF