AAJI Daily News - 15 September 2020


Tanggal terbit (15 / 09 / 2020)

Selasa, 15 September 2020  

FM-CC-AAJI-06-001

 HEADLINE NEWS

  1. Nasabah Jiwasraya Butuh Kepastian Restrukturisasi
  2. Ada PSBB, Pembayaran Premi Asuransi Jiwa Tertunda
  3. Tumbuhkan Kinerja Asuransi Jiwa di Masa Pandemi, Ini Strategi Allianz
  4. AJB Bumiputera Dekati Tenggat, OJK Siapkan Regulasi Baru
  5. Bentjok, Heru Hidayat & Joko Buka-bukaan di Sidang Jiwasraya
  6. Ada PSBB lagi, pembayaran premi asuransi jiwa diprediksi seret
  7. Kasus Jiwasraya Tak Kunjung Usai, Industri Asuransi Terancam Krisis Kepercayaan
  8. Rencana Pemberian PMN untuk Selamatkan Jiwasraya Semasa Pandemi Jadi Sorotan
  9. Pendapatan Asuransi di Indonesia Pulih Cepat pada Masa Pandemi
  10. Pendapatan Asuransi di Indonesia Pulih Cepat di Masa Pandemi
  11. Manfaat Asuransi Dipangkas, Nasabah Pensiunan Jiwasraya Cemas
  12. Pelaku Asuransi Jiwa Menyiapkan Strategi Bertahan Demi Menangkal PSBB Periode II
  13. Di Sidang Jiwasraya, Joko Hartono dan Heru Hidayat Bantah Kendalikan 13 Manajer Investasi
  14. Kabar Gembira! Jiwasraya Cicil Lagi Dana Nasabah Akhir Tahun
  15. Industri Asuransi Catatkan Pemulihan Kinerja pada Semester I/2020
  16. Sengkarut Asuransi Indonesia: Kisruh Gagal Bayar, Diperparah Corona

TENTANG AAJI

INDUSTRI & ASURANSI

Nasabah Jiwasraya Butuh Kepastian Restrukturisasi

Pengamat Ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira meminta pemerintah segera menyelesaikan restrukturisasi polis nasabah Asuransi Jiwasraya agar tidak menimbulkan krisis kepercayaan masyarakat terhadap dunia asuransi di Indonesia. Kepastian penyelesaian restrukturisasi polis menjadi yang paling ditunggu nasabah, apalagi di tengah pandemi nasabah sangat membutuhkan uang. Terkait opsi polis nasabah, ia menjelaskan bisa dengan menjual aset yang disita kejaksaan lalu uangnya digunakan untuk membayar polis.

HE Neraca / 15-09-2020 Hal. 5

Ada PSBB, Pembayaran Premi Asuransi Jiwa Tertunda

Pemberlakuan PSBB Kembali sepertinya akan menyebabkan gangguan di bisnis asuransi jiwa. BNI Life memproyeksikan kemungkinan nasabah bakal menunda atau menghentikan pembayaran premi. Seiring dengan menurunnya kemampuan finansial mereka akibat pandemi. Direktur BNI Life, Neny Asriani menyatakan, pihaknya telah berupaya memberikan solusi terbaik; memberikan masa tenggang waktu pembayaran premi 60-90 hari tergantung produk. Bahkan untuk beberapa produk dapat dilakukan penyesuaian besaran premi sesuai kemampuan nasabah.

Kontan / 15-09-2020 Hal. 10

Tumbuhkan Kinerja Asuransi Jiwa di Masa Pandemi, Ini Strategi Allianz

Menurut Director & Chief of Partnership Distribution Officer PT Asuransi Allianz Life Indonesia Bianto Surodjo, Allianz berpandangan bahwa produk yang tepat dapat menjadi kunci bagi perusahaan asuransi untuk menjangkau masyarakat dalam kondisi apapun, termasuk masa tatisti seperti saat ini. Oleh karena itu, industri perlu meramu dan memasarkan produk sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat. Dia pun menjelaskan bahwa upaya digitalisasi layanan menjadi sesuatu yang penting bagi industri asuransi jiwa saat ini.

Bisnis.com / 14-09-2020

AJB Bumiputera Dekati Tenggat, OJK Siapkan Regulasi Baru

OJK tengah menyiapkan aturan baru khusus bagi AJB Bumiputera 1912. Beleid yang tengah disiapkan ini adalah aturan turunan dari Peraturan Pemerintah (PP) 87/2019 tentang Perusahaan Asuransi Berbentuk Usaha Bersama. RPOJK memuat sejumlah aturan teknis terkait dengan AJB Bumiputera yang belum dijabarkan dalam PP 87/2019. Aturan tersebut mulai dari anggaran dasar (AD), pemiilhan Rapat Umum Anggota (RUA), hak dan kewajiban anggota, porsi pembagian untung dan rugi, perubahan bentuk badan hukum, ketentuan investasi, dan pembubaran usaha tatist.

Cnbcindonesia.com / 14-09-2020

Bentjok, Heru Hidayat & Joko Buka-bukaan di Sidang Jiwasraya

Sidang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) kasus dugaan korupsi PT Asuransi Jiwasraya (Persero) tatist digelar pada Senin ini, (14/9). Ketiga terdakwa yang hari ini diminta keterangannya sebagai sebagai saksi mahkota adalah Benny Tjokrosaputro (Bentjok), Direktur Utama Hanson International Tbk (MYRX), Heru Hidayat yang merupakan Komisaris Utama PT Trada Alam Minera Tbk (TRAM) dan Joko Hartono Tirto, Direktur PT Maxima Integra. JPU hendak menggali keterangan lebih komprehensif mengenai peran ketiganya di kasus Jiwasraya.

Cnbcindonesia.com / 14-09-2020

Ada PSBB lagi, pembayaran premi asuransi jiwa diprediksi seret

Kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tatist memperlakukan PSBB diprediksi dapat memberikan pukulan ke industri asuransi jiwa. Hal tersebut diungkapkan PT BNI Life yang melihat ada kemungkinan nasabah bakal menunda atau menghentikan pembayaran premi. Ini terjadi seiring dengan menurunnya kemampuan finansial nasabah akibat tatisti Covid-19.

Kontan.co.id / 14-09-2020

Kasus Jiwasraya Tak Kunjung Usai, Industri Asuransi Terancam Krisis Kepercayaan

Ekonom Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira Adhinegara memandang, terlalu berlarut larutnya masalah Jiwasraya ini mengancam kepercayaan tatis terhadap industri asuransi. Saat ini jumlah penduduk Indonesia yang sadar akan pentingnya asuransi masih sangat kecil. Hal ini juga yang sebenarnya menjadi peluang perusahaan asuransi untuk mengembangkan bisnisnya. Sayangnya, bagi dia, pengelolaan dan pengawasan industri asuransi belum berjalan dengan baik. Persoalan Jiwasraya menjadi salah satu buktinya.

Liputan6.com / 14-09-2020

Rencana Pemberian PMN untuk Selamatkan Jiwasraya Semasa Pandemi Jadi Sorotan

Badan Anggaran DPR RI menilai anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp35,18 triliun yang ditetapkan dalam postur sementara RAPBN 2021, tidak memiliki sensitivitas terhadap kondisi keuangan negara saat ini. Apalagi proposal PMN yang diajukan pemerintah tidak dilengkapi dengan data dan kinerja keuangan BUMN yang akan diusulkan untuk menerima PMN.

Merdeka.com / 14-09-2020

Pendapatan Asuransi di Indonesia Pulih Cepat pada Masa Pandemi

Meskipun tampak penuh dari pandemi Covid-19 global terhadap dunia perasuransian Indonesia belum terlihat, ada kabar baik. Yakni pemulihan dalam penjualan premium pada bulan Juni setelah mengalami penurunan pada beberapa bulan sebelumnya karena tekanan pandemi. Data statistik asuransi dari OJK menunjukkan, pertumbuhan aset terus meningkat sejak 2014 dari Rp 807,7 triliun menjadi Rp 1.325,7 triliun di bulan Desember 2019. Nilai investasi industri ini juga terus meningkat dari Rp 648,3 triliun di 2014 menjadi Rp 1.141,8 triliun di 2019 lalu.

Suaramerdeka.com / 14-09-2020

Pendapatan Asuransi di Indonesia Pulih Cepat di Masa Pandemi

Meskipun tampak penuh dari pandemi Covid-19 global terhadap dunia perasuransian Indonesia belum terlihat, ada kabar baik. Yakni pemulihan dalam penjualan premium pada bulan Juni setelah mengalami penurunan pada beberapa bulan sebelumnya karena tekanan pandemi. Data statistik asuransi dari OJK menunjukkan, pertumbuhan aset terus meningkat sejak 2014 dari Rp 807,7 triliun menjadi Rp 1.325,7 triliun di bulan Desember 2019. Nilai investasi industri ini juga terus meningkat dari Rp 648,3 triliun di 2014 menjadi Rp 1.141,8 triliun di 2019 lalu.

Telusur.co.id / 14-09-2020

Manfaat Asuransi Dipangkas, Nasabah Pensiunan Jiwasraya Cemas

Sejumlah nasabah produk tradisional PT Asuransi Jiwasraya (Persero) mengaku cemas menyusul adanya potensi penyesuaian manfaat mencapai 40 persen, terutama produk asuransi pensiunan yang mereka ikuti sejak beberapa tahun terakhir. Penyesuaian manfaat atas produk Jiwasraya akan terjadi jika restrukturisasi Jiwasraya hanya menerima Penyertaan Modal Negara (PMN) sebanyak Rp 20 triliun. Hal ini dikarenakan ekuitas negatif Jiwasraya hingga Juli 2020 telah menyentuh Rp 37,4 triliun, sementara asetnya terus menurun dan saat ini telah berada di kisaran Rp 16,6 triliun.

Tribunnews.com / 14-09-2020

Pelaku Asuransi Jiwa Menyiapkan Strategi Bertahan Demi Menangkal PSBB Periode II

Efek pemberlakuan kebijakan PSBB juga bakal menyengat bisnis asuransi jiwa. BNI Life memperkirakan, nasabah bakal menunda atau menghentikan pembayaran premi karana terdampak PSBB secara finansial. Untuk itu, mereka berupaya menawarkan solusi terbaik dengan antara lain memberikan masa tenggang waktu pembayaran premi 60-90 hari tergantung produk. Bahkan untuk beberapa produk, penyesuaian besaran premi dapat disesuaikan dengan kemampuan nasabah.

Kontan.co.id / 15-09-2020

Di Sidang Jiwasraya, Joko Hartono dan Heru Hidayat Bantah Kendalikan 13 Manajer Investasi

Direktur PT Maxima Integra Joko Hartono Tirto (JHT) membantah mengatur dan mengendalikan 13 manajer investasi untuk melakukan pembelian saham PT Asuransi Jiwasraya. Saat dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan kasus Jiwasraya, Joko Hartono Torto menegaskan tidak mungkin mengendalikan Manajer Investasi seperti yang dituduhkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam surat dakwaannya. Menurut Joko, profesi Manajer Investasi sangat independent dan sulit dipengaruhi oleh siapapun.

Liputan6.com / 15-09-2020

Kabar Gembira! Jiwasraya Cicil Lagi Dana Nasabah Akhir Tahun

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) bakal kembali menyicil dana nasabah pada akhir tahun ini. Hal itu disampaikan Erick usai rapat dengan Komisi VI di mana salah satunya mengenai penyertaan modal negara (PMN). Erick mengungkapkan, pihaknya mengusulkan PMN kepada BUMN dengan total sebesar Rp 37,18 triliun pada tahun 2021. Sebanyak Rp 20 triliun di antaranya untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau (BPUI). Alokasi PMN untuk BPUI salah satunya untuk menyehatkan Jiwasraya.

Detik.com / 15-09-2020

Regulasi & Makro Ekonomi

Industri Asuransi Catatkan Pemulihan Kinerja pada Semester I/2020

Sepanjang semester I/2020 industri asuransi jiwa mencatatkan premi Rp79,42 triliun, turun 7,27 persen yoy dari semester I/2019 dengan premi Rp85,64 persen. Sedangkan industri asuransi umum pada semester I/2020 membukukan premi Rp33,09 triliun, turun 5,63 persen (yoy) dari semester I/2019 senilai Rp35,07 triliun. Meskipun perolehan premi secara total menurun, industri asuransi jiwa mencatatkan sinyal yang positif dari perolehan premi bulan terakhir semester I/2020. Setelah konsisten menurun sejak Maret 2020, premi bulanan industri kembali tumbuh pada Juni 2020.

Bisnis.com / 14-09-2020

Sengkarut Asuransi Indonesia: Kisruh Gagal Bayar, Diperparah Corona

Beberapa perusahaan asuransi mengalami gagal bayar dengan penyebab yang kurang lebih sama sebelum masa pandemi. Saat COVID-19 menyerang, risiko tersebut semakin besar. Dosen hukum asuransi dari Universitas Airlangga Budi Kagramanto menilai banyaknya kasus gagal bayar disebabkan oleh dilanggarnya aturan dari regulator. Perusahaan asuransi yang seharusnya hanya menjamin jiwa pemegang polis justru memberikan garansi imbal hasil pasti (fixed return) melalui produk asuransi berbalut investasi.

Tirto.id / 14-09-2020

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.880

IHSG (per 14 September 2020)

   5.161,83

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media: HE Neraca, Kontan, Bisnis.com, Cnbcindonesia.com, Kontan.co.id, Liputan6.com, Merdeka.com, Suaramerdeka.com, Tribunnews.com, Tirto.id, Detik.com

 

DOWNLOAD PDF