AAJI Daily News - 19 Februari 2021


Tanggal terbit (19 / 02 / 2021)

FM-CC-AAJI-06-001

Jumat, 19 Februari 2021

HEADLINE NEWS

  1. Unit Link Kuasai 64% Portfolio Premi Asuransi
  2. Pangsa Pasar Unitlink Masih Bertumbuh
  3. Unit Link Harus Lebih Efisien untuk Jangkau Banyak Nasabah
  4. Unit Link Bangkit Seiring Kesuksesan Program Vaksinasi
  5. Unit-Linked Masih Jadi Primadona di Industri, Tapi Perlu Upaya Penguatan
  6. Unit Link Harus Lebih Efisien, Agar Menjangkau Lebih Banyak Nasabah
  7. Pangsa pasar unitlink meningkat menjadi 63,90% per Oktober 2020
  8. 16 Perusahan Asuransi Terima Unit Link Awards 2021
  9. Unit Link Bangkit Seiring Kesuksesan Program Vaksinasi
  10. Pangsa pasar unitlink meningkat menjadi 63,90% per Oktober 2020
  11. Unit Link Kuasai 64% Portofolio Premi Asurani
  12. Insurtech Tawarkan Produk Asuransi Lebih Murah, Asosiasi: Konvensional Juga Demikian Sejak Dulu
  13. Insurtech Tawarkan Produk Asuransi Lebih Murah, Asosiasi: Konvensional Juga Demikian Sejak Dulu
  14. Insurtech Tawarkan Produk Asuransi Lebih Murah, Asosiasi: Konvensional Juga Demikian Sejak Dulu
  15. [Foto] Dugaan Kasus Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan
  16. Astra Life luncurkan – Flexi Health & Medicare Premier Urusan Sehat No Worries
  17. Astra Life Luncurkan Flexi Health dan Medicare Premier
  18. Generali Berikan Manfaat Isolasi Mandiri di Tengah Pandemi Covid-19
  19. 39 Produk Unit Link Peroleh Penghargaan Majalah Investor
  20. Benarkah Reksa Dana Lebih Menguntungkan dari Asuransi Unit-Linked?

TENTANG AAJI

Unit Link Kuasai 64% Portfolio Premi Asuransi

Produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link berkontribusi terhadap hampir 64% dari premi asuransi jiwa. Porsi tersebut cenderung meningkat dan mengindikasikan masih tingginya kepercayaan nasabah terhadap produk asuransi. Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per Oktober 2020, pangsa produk unit link mencapai 63,90% atau sebesar Rp 89,04 triliun dari total portofolio premi industri asuransi jiwa yang mencapai Rp 139,35 triliun. Kontribusi tersebut naik dari posisi akhir 2019 sebesar 54,69%. Narasumber lain dalam diskusi bertema ”Tahun Kebangkitan Unit Link” ini adalah Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu dan Ketua Financial Planning Standards Boards Indonesia (FPSBI)/pengamat asuransi Tri Djoko Santoso. Sedangkan sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu mengatakan AAJI memiliki rencana berkelanjutan unutuk meningkatkan literasi asuransi yang dimultan berjalan selama 2-3 tahun ke depan.

Investor Daily, hal. 1 & 12 / 19-02-2021

Pangsa Pasar Unitlink Masih Bertumbuh

Bisnis unitlink perusahaan asuransi jiwa masih bisa moncer meski tertekan pandemi. Pangsa pasar unitlink mencapai 63,90% hingga Oktober 2020. Menurut data OJK dan AAJi, pencapaian itu naik daripada realisasi tahun 2019 yakni 54,69%. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu memperkirakan bisnis unitlink akan bangkit ketika ada kejelasan terkait program vaksinasi. Selain itu, pembentukan Sovereign Wealth Fund (SWF) Indonesia dan perpindahan ibukota turut mendorong perbaikan ekonomi. Penjualan unitlink melalui kanal digital juga bisa mengerek penjualan produk ini.

Kontan, hal. 10 / 19-02-2021

Unit Link Harus Lebih Efisien untuk Jangkau Banyak Nasabah

Unit link yang menjadi motor bisnis asuransi jiwa di Indonesia akan lebih cepat bangkit seiring pemulihan ekonomi, dengan sejumlah perbaikan. Ini antara lain dengan melakukan efisiensi sehingga lebih murah dan bisa menjangkau lebih banyak nasabah, menggunakan teknologi, serta perbaikan peraturan agar lebih transparan, kata Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito dalam diskusi saat pemberian penghargaan “Unit Link Awards 2021”. Narasumber lain dalam diskusi yang bertema ”Tahun Kebangkitan Unit Link” ini adalah Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Togar Pasaribu dan pengamat asuransi Tri Djoko Santoso. Sedangkan sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu.

beritasatu.com / 18-02-2021

Unit Link Bangkit Seiring Kesuksesan Program Vaksinasi

Industri asuransi jiwa optimistis produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link bisa bangkit di tahun ini. Namun demikian, kesuksesan program vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu indikator pengungkitnya, kata Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu pada panel diskusi bertajuk "Tahun Kebangkitan Unit Link" di acara Unit Link Awards 2021 yang digelar Majalah Investor, Kamis (18/2/2021). Berdasarkan data AAJI per Oktober 2020, pangsa produk PAYDI atau unit link mencapai 63,90% atau sebesar Rp 89,04 triliun dari total portofolio premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 139,35 triliun. Kontribusi tersebut naik dibandingkan akhir 2019 sebesar 54,69%.

beritasatu.com / 18-02-2021

Unit-Linked Masih Jadi Primadona di Industri, Tapi Perlu Upaya Penguatan

Produk unit-linked semakin berkembang dan mendominasi portofolio industri asuransi jiwa. Berdasarkan catatan AAJI per Oktober 2020, porsi PAYDI atau unit-linked mencapai 63,9 persen dari total premi industri, atau Rp89,04 triliun dari total premi Rp139,3 triliun. Angka tersebut menjadi porsi tertinggi yang pernah terjadi di industri asuransi jiwa. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu menilai bahwa terus meningkatnya porsi unit-linked terhadap total premi menunjukkan adanya kebutuhan besar dari masyarakat terhadap proteksi dan investasi.

Bisnis.com / 18-02-2021

Unit Link Harus Lebih Efisien, Agar Menjangkau Lebih Banyak Nasabah

Unit link yang menjadi motor bisnis asuransi jiwa di Indonesia akan lebih cepat bangkit seiring pemulihan ekonomi, dengan sejumlah perbaikan. Ini antara lain dengan melakukan efisiensi sehingga lebih murah dan bisa menjangkau lebih banyak nasabah, menggunakan teknologi, serta perbaikan peraturan agar lebih transparan, kata Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito dalam diskusi saat pemberian penghargaan “Unit Link Awards 2021”. Narasumber lain dalam diskusi yang bertema ”Tahun Kebangkitan Unit Link” ini adalah Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Togar Pasaribu dan pengamat asuransi Tri Djoko Santoso. Sedangkan sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu.

Ijn.co.id / 18-02-2021

Pangsa pasar unitlink meningkat menjadi 63,90% per Oktober 2020

Meski bisnis mengalami tekanan akibat pandemi, pangsa pasar unitlink masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2020. Tercatat, pangsa pasar unitlink mencapai 63,90% hingga Oktober 2020. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), pangsa pasar tersebut mengalami peningkatan dari tahun 2019 yang sebesar 54,69%. Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito mengatakan kenaikan tersebut didorong kepercayaan investor terhadap produk unit link. Direktur Eksekutif AAJI Togar Pasaribu memprediksikan bisnis unit link akan bangkit jika ada kejelasan terkait program vaksin. Jika semakin banyak orang mendapatkan vaksin, bisnis unitlink juga akan terangkat.

indonesiaonline.co.id / 18-02-2021

16 Perusahan Asuransi Terima Unit Link Awards 2021

Majalah Investor bekerja sama dengan PT Infovesta Utama memberikan apresiasi kepada perusahaan asuransi berupa Unit Link Awards 2021. Sebanyak 75 penghargaan diberikan kepada 39 produk unit link yang dikelola 16 Perusahaan Asuransi Jiwa. Penghargaan tersebut diberikan kepada 15 unit link saham, 23 unit link campuran, 22  unit link pendapatan tetap, dan 15 unit link pasar uang. [Foto: Direktur Pemberitaan Beritasatu Media selaku moderator, Primus Dorimulu bersama pembicara : Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu, Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito, Ketua Financial Planning Standards Boards Indonesia (FPSBI)/Pengamat Asuransi Tri Djoko Santoso saat Diskusi Panel dengan Tema : Tahun Kebangkitan Unit Link secara virtual di Jakarta, Kamis (18/2/2021)]

investor.id / 18-02-2021

Unit Link Bangkit Seiring Kesuksesan Program Vaksinasi

Industri asuransi jiwa optimistis produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit link bisa bangkit di tahun ini. Namun demikian, kesuksesan program vaksinasi Covid-19 menjadi salah satu indikator pengungkitnya, kata Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu pada panel diskusi bertajuk "Tahun Kebangkitan Unit Link" di acara Unit Link Awards 2021 yang digelar Majalah Investor, Kamis (18/2). Berdasarkan data AAJI per Oktober 2020, pangsa produk PAYDI atau unit link mencapai 63,90% atau sebesar Rp 89,04 triliun dari total portofolio premi industri asuransi jiwa mencapai Rp 139,35 triliun. Kontribusi tersebut naik dibandingkan akhir 2019 sebesar 54,69%.

investor.id / 18-02-2021

Pangsa pasar unitlink meningkat menjadi 63,90% per Oktober 2020

Walaupun bisnis tertekan akibat pandemi, namun pangsa pasar unitlink masih menunjukkan pertumbuhan sepanjang 2020. Tercatat, pangsa pasar unitlink mencapai 63,90% hingga Oktober 2020. Menurut data OJK dan AAJI, pangsa pasar itu naik dari pada tahun 2019 yakni sebesar 54,69%. Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito menyebut kenaikan itu berkat kepercayaan investor terhadap produk unitlink. Dari realisasi itu, ia percaya unitlink masih menjadi tempat investasi yang menarik bagi masyarakat. Diperkirakan bisnis unitlink akan membaik seiring proyeksi pertumbuhan ekonomi global IMF yang mencapai 5,5% di 2021.

Kontan.co.id / 18-02-2021

Unit Link Kuasai 64% Portofolio Premi Asurani

Berdasarkan data Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) per Oktober 2020, pangsa produk unit link mencapai 63,90% atau sebesar Rp 89,04 triliun dari total portofolio premi industri asuransi jiwa yang mencapai Rp 139,35 triliun. Kontribusi tersebut naik dari posisi akhir 2019 sebesar 54,69%. "Peluang unit link untuk tumbuh berkembang masih terbuka lebar. Salah satunya dengan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) terkait pertumbuhan ekonomi global tahun 2021," kata Direktur PT Infovesta Utama Parto Kawito. Narasumber lain dalam diskusi bertema ”Tahun Kebangkitan Unit Link” ini adalah Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu dan Ketua Financial Planning Standards Boards Indonesia (FPSBI)/pengamat asuransi Tri Djoko Santoso. Sedangkan sebagai moderator adalah Direktur Pemberitaan BeritaSatu Media Holdings (BSMH) Primus Dorimulu.

investor.id / 18-02-2021

Insurtech Tawarkan Produk Asuransi Lebih Murah, Asosiasi: Konvensional Juga Demikian Sejak Dulu

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Budi Tampubolon mengatakan bahwa betul adanya anggapan bahwa perusahaan asuransi berbasis teknologi atau insurtech memiliki penawaran produk lebih murah. Menurut Budi, meski produk insurtech menawarkan harga yang lebih murah, produk asuransi konvensional sendiri sudah melakukan hal demikian. AAJI menyampaikan data pendapatan 58 dari 60 perusahaan asuransi pada kuartal ketiga tahun 2020. Pertumbuhan dicatat minus 25,1 persen dibandingkan kuartal ketiga pada tahun 2019. Tahun 2020, AAJI mencatat pendapatan perusahaan asuransi yang dinaunginya pada kuartal ketiga sebanyak Rp 123,56 triliun.

investing.com / 18-02-2021

Insurtech Tawarkan Produk Asuransi Lebih Murah, Asosiasi: Konvensional Juga Demikian Sejak Dulu

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia Budi Tampubolon mengatakan bahwa betul adanya anggapan bahwa perusahaan asuransi berbasis teknologi atau insurtech memiliki penawaran produk lebih murah. Menurut Budi, meski produk insurtech menawarkan harga yang lebih murah, produk asuransi konvensional sendiri sudah melakukan hal demikian. AAJI menyampaikan data pendapatan 58 dari 60 perusahaan asuransi pada kuartal ketiga tahun 2020. Pertumbuhan dicatat minus 25,1 persen dibandingkan kuartal ketiga pada tahun 2019. Tahun 2020, AAJI mencatat pendapatan perusahaan asuransi yang dinaunginya pada kuartal ketiga sebanyak Rp 123,56 triliun.

kantorpemuda.com / 18-02-2021

Insurtech Tawarkan Produk Asuransi Lebih Murah, Asosiasi: Konvensional Juga Demikian Sejak Dulu

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon mengatakan bahwa betul adanya anggapan bahwa perusahaan asuransi berbasis teknologi atau insurtech memiliki penawaran produk lebih murah. Dengan adanya pandemi, Budi mengakui bahwa industri asuransi juga turut berkembang. Namun, dengan daya beli masyarakat yang juga terdampak, ini juga mempengaruhi daya beli masyarakat terhadap produk asuransi baik melalui insurtech ataupun asuransi konvensional. Menurut Budi, meski produk insurtech menawarkan harga yang lebih murah, produk asuransi konvensional sendiri sudah melakukan hal demikian.

Wartaekonomi.co.id / 18-02-2021

INDUSTRI & ASURANSI

[Foto] Dugaan Kasus Korupsi di BPJS Ketenagakerjaan

Buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) menggelar unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Agung Jakarta, Kamis (18/2). Aksi tersebut merupakan dukungan KSPI kepada Kejaksaan Agung untuk mengusut tuntas korupsi BPJS Ketenagakerjaan yang mencapai Rp20 triliun. Dalam perkara ini, dua tersangka kasus korupsi BPJK Ketenagakerjaan juga terlibat dalam kasus PT Asuransi Jiwasraya.

Kompas, hal. 2 / 19-02-2021

Astra Life luncurkan – Flexi Health & Medicare Premier Urusan Sehat No Worries

Astra Life memperkenalkan dua produk perlindungan jiwa dan kesehatan unggulan yang dapat mencakup segala segmen yaitu Flexi Health, produk asuransi murni dengan manfaat Santunan Rawat Inap hingga Rp 1 Juta perhari dan Medicare Premier, produk asuransi tambahan yang memberikan Manfaat Jaminan Perawatan Medis yang menyeluruh, premium serta berlaku hingga ke seluruh dunia tanpa khawatir akan inflasi akibat kenaikan harga biaya kesehatan. Kedua produk tersebut adalah bentuk komitmen Astra Life untuk memberikan rasa tenang pada pelanggan, apabila sampai terkena risiko sakit.

Kontan.co.id / 18-02-2021

Astra Life Luncurkan Flexi Health dan Medicare Premier

Kesehatan itu penting bagi manusia, apalagi di tengah pandemi Covid-19 untuk selalu menjaga kesehatan. Salah satunya, Astra Life meluncurkan dua produk terbaru perlindungan jiwa dan kesehatan yang mencakup segala segmen yakni Flexi Health dan Medicare Premier. Windawati Tjahjadi, Presiden Direktur Astra Life mengatakan Flexi Health adalah produk asuransi murni dengan manfaat Santunan Rawat Inap hingga Rp 1 Juta perhari. Sedangkan Medicare Premier adalah produk asuransi tambahan yang memberikan Manfaat Jaminan Perawatan Medis yang menyeluruh, premium serta berlaku hingga ke seluruh dunia tanpa khawatir akan inflasi akibat kenaikan harga biaya kesehatan.

Kanalindonesia.com / 18-02-2021

Generali Berikan Manfaat Isolasi Mandiri di Tengah Pandemi Covid-19

Konsisten untuk terus memberikan perlindungan kepada nasabahnya selama masa pandemi COVID-19, Generali berikan perlindungan khusus untuk Isolasi Mandiri akibat COVID-19. Manfaat ini memberikan perlindungan bagi nasabah atas klaim biaya perawatan dan pengobatan yang meliputi biaya PCR, laboraturium, dokter, obat-obatan, vitamin dan suplemen selama isolasi mandiri di rumah maupun fasilitas rujukan pemerintah non-rumah sakit dengan periode hingga 31 April 2021.

Tribunnews.com / 18-02-2021

39 Produk Unit Link Peroleh Penghargaan Majalah Investor

Tahun ini sebanyak 75 penghargaan diberikan kepada 39 produk unit link yang dikelola 16 perusahaan asuransi jiwa. Penghargaan tersebut diberikan kepada 15 unit link saham, 23 unit link campuran, 22 unit link pendapatan tetap, dan 15 unit link pasar uang. Dari keseluruhan penghargaan itu, terdapat 41 penghargaan untuk unit link konvensional, delapan penghargaan untuk unit link berdenominasi dolar AS, dan 26 unit link dengan konsep syariah. “Tahun ini, tantangan di bidang investasi portofolio relatif lebih berat karena krisis ekonomi yang dipicu pandemi Covid-19. Meski demikian, beberapa produk unit link tetap mampu memberi return sangat baik dengan karakteristik risiko pengelolaan cukup stabil. Karena itu perusahaan pengelola produk unit link yang berkinerja baik ini layak diberikan apresiasi . Hal ini membuktikan manajemen perusahaan berkomitmen memberi nilai tambah bagi para pemegang polis,” ujar Direktur Pemberitaan Grup Berita Satu Media Holding, Primus Dorimulu.

Investor Daily, hal. 24 / 19-02-2021

Regulasi & Makro Ekonomi

Benarkah Reksa Dana Lebih Menguntungkan dari Asuransi Unit-Linked?

Ketua Financial Planning Standards Boards Indonesia (FPSBI) dan pengamat asuransi Tri Djoko Santoso menilai bahwa perbandingan unit-linked dengan reksa dana memang kerap menjadi perbincangan di masyarakat. Hal tersebut menurutnya tak lepas dari literasi finansial yang relatif rendah di Indonesia. Menurutnya, terdapat berbagai faktor yang menyebabkan imbal hasil reksa dana relatif lebih baik dari investasi dalam unit-linked, salah satunya yakni teknis dan kebijakan investasi di perusahaan terkait. Perusahaan asuransi harus mampu menjelaskan dengan baik apa unit-linked, bagaimana manfaatnya, bahkan potensi kerugian yang mungkin terjadi sehingga masyarakat memahami betul bahwa produk itu merupakan asuransi.

bisnis.com / 18-02-2021

INFORMASI KEUANGAN

USD/IDR

14.025

IHSG (per 18 Februari 2021)

   6.200,31

BI Rate

 

 

 

 

 

 

Sumber Kontan.com

Sumber Media:

Investor Daily, Kontan, Kompas, Beritasatu.com, Bisnis.com, Ijin.co.id, Indonesiaonline.co.id, Investor.id, Kontan.co.id, Kanalindonesia.com, Tribunnews.com.

DOWNLOAD PDF