CEO Gathering AAJI: Insurance Industry Challanges and Outlook 2021



Jakarta, 14 Desember 2020 – Sebagai upaya untuk terus mengembangkan industri asuransi jiwa, AAJI mengadakan acara CEO Gathering dengan menghadirkan Menteri Koordinator Perekonomian Republik Indonesia, Bapak Airlangga Hartarto, secara online. Mengangkat tema “Insurance Industry Challenges and Outlook 2021, CEO Gathering AAJI dilaksanakan pada hari Senin, 14 Desember 2020 pada pukul 14.00 – 15.00 WIB dan dihadiri oleh 169 peserta, yang terdiri dari komisaris dan direksi dari perusahaan-perusahaan dalam industri asuransi jiwa serta seluruh pengurus AAJI.

Dipandu oleh Ibu Nini Sumohandoyo, Kepala Departemen Komunikasi AAJI sebagai host, turut hadir Bapak Budi Tampubolon selaku Ketua Dewan Pengurus AAJI yang membuka webinar dengan menjelaskan gambaran mengenai pandangan industri asuransi jiwa atas perekonomian dan kondisi terkini dari industri asuransi jiwa serta peluang dan tantangan industri dalam menghadapi tahun 2021. Mewakili AAJI, Bapak Budi Tampubolon juga menyampaikan tantangan perkembangan penetrasi asuransi jiwa Indonesia dan bentuk peluang serta dukungan yang bisa diberikan Pemerintah, seperti program Tax Incentives untuk pemegang polis, pembentukan Lembaga Penjamin Pemegang Polis (LPPP) untuk kepastian perlindungan bagi nasabah, dan pelaksanaan insurance awareness campaign oleh Pemerintah. Bapak Budi Tampubolon juga menyampaikan bahawa karena Omnibus Law Cipta Kerja telah disahkan, AAJI berharap dapat dilibatkan dalam penyusunan aturan turunan cluster Perpajakan pada Undang-undangan No

Dalam CEO Gathering AAJI kali ini, Bapak Airlangga Hartarto mengatakan bahwa perekonomian Indonesia akibat pandemi Covid-19 telah melewati titik terendah dan menunjukkan tanda pemuihan. Beberapa perbaikan terlihat pada konsumsi rumah tangga di Kuartal III Tahun 2020, aktivitas produksi di berbagai sektor, dan kinerja IHSG dan nilai tukar yang terus meningkat pasca penurunan tajam. Menteri Airlangga Hartarto optimis bahwa tahun 2021 akan menjadi tahun penuh peluang untuk pemulihan ekonomi nasional dan global, begitu pula dengan industri asuransi jiwa Indonesia. Ia menjelaskan bahwa harapan akan vaksin, penerapan new normal, dan kebuthan proteksi kesehatan akan menjadi peluang bagi industri asuransi, maka dari itu, industri asuransi perlu merespons cepat perubahan yang Strategi Pemerintah terhadap penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional dengan berupaya mengintegrasikan kebijakan ekonomi dan kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19, seperti memberikan stimulus ekonomi dengan menganggarkan 695,2 triliun pada tahun 2020 untuk menangani kesehatan, perlindungan sosial, dukungan UMKM, dunia usaha, dan Pemda. Kedua, menyusun kebijakan strategis Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2021 dan Kebijakan Sektor Keuangan.

Ketiga, melanjutkan program Pemulihan Ekonomi Nasional 2021 dengan prioritas program Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi TA 2021, Perlindungan Sosial, dan Program Padat Karya. Kemudian, pembentukan Omnibus Law dan Penciptaan Lapangan Kerja. Pemerintah berharap strategi yang dilakukan dapat mendorong peningkatan konsumsi dan investasi tahun 2021 sehingga ekonomi diperkirakan dapat pulih pada tahun 2021.

Salam Asuransi. . . Bapak Airlangga Hartarto mengakhiri pemaparannya dalam sesi tanya jawab dengan berdiskusi langsung dengan pelaku industri, yaitu komisaris dan direksi dari perusahaan-perusahaan dalam industri asuransi jiwa.