AAJI Daily News - 11 Juni 2026
Kamis, 11 Juni 2026
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
45 |
0 |
0 |
|
Online |
|
Electronic |
|
40 |
5 |
0 |
ISSUES
- Tentang AAJI: 1 Total News
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 8 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 5 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 31 Total News
TENTANG AAJI
Investasi Portofolio Jadi Bantalan (Bisnis Indonesia, 11/06/2026)
Investasi Portofolio Jadi Bantalan Bisnis, JAKARTA Investasi portofolio menjadi bantalan kinerja investasi asuransi jiwa di tengah tekanan yang terus mendera pasar keuangan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat mencatat pada Maret 2026 hasil investasi industri asuransi jiwa minus Rp1,60 triliun. Kondisi tersebut berbanding terbalik dengan kuartal 1/2025 yang masih positif sebesar Rp790 miliar. Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder's Dalam Negeri & Internasional AAJI, Handojo G. Kusuma mengemukakan bahwa kondisi tersebut sangat dipengaruhi oleh volatilitas pasar keuangan. Baik pasar saham maupun instrumen investasi lainnya yang sensitif terhadap dinamika ekonomi global maupun domestik, ungkapnya dalam konferensi pers kinerja industri asuransi jiwa Januari-Maret 2026 di Grha AAJI, Jakarta, dikutip Rabu(10/6).
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
Banyak Asuransi Spin Off UUS, JMA Syariah Prediksi Persaingan Makin Ketat (kontan.co.id, 10/06/2026)
PT Asuransi Jiwa Syariah Jasa Mitra Abadi Tbk (JMAS) atau JMA Syariah menilai banyaknya asuransi yang melakukan spin off Unit Usaha Syariah (UUS) dengan mendirikan perusahaan baru berpotensi membuat peta persaingan bisnis di industri menjadi lebih kompetitif. Namun, Direktur Utama JMA Syariah Basuki Agus mengatakan pengaruhnya tak akan berdampak signifikan terhadap bisnis perusahaan nantinya, khususnya periode setelah spin-off UUS industri rampung. "Sebab, mereka yang menjadi perusahaan baru saat ini juga sudah terlibat dalam persaingan bisnis," katanya kepada Kontan, Rabu (10/6/2026). Lebih lanjut, Basuki berpandangan bahwa salah satu faktor banyaknya asuransi yang memilih spin off UUS dengan cara mendirikan perusahaan baru karena masih besarnya pangsa pasar syariah di Indonesia.
Mengail Cuan Dari Unitlink Pasar Uang (kontan.co.id, 11/06/2026)
Bank Indonesia (BI) bersikap agresif dengan mengerek suku bunga acuan hingga 75 basis poin dalam tempo kurang dari satu bulan. Kenaikan suku bunga, dibarengi volatilitas yang menyelimuti pasar modal, menjadi peluang tersendiri bagi unitlink pasar uang untuk menarik perhatian. Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana mengatakan, iklim pasar modal saat ini masih memberikan sentimen negatif pada sejumlah instrumen. Termasuk, kenaikan suku bunga acuan yang biasanya direspons negatif oleh pasar saham. Akan tetapi, kondisi berbeda akan terjadi pada investasi dengan aset dasar pasar uang. "Pasar uang justru diuntungkan oleh kenaikan suku bunga," kata Wawan. Tekanan Ganda Mengadang Unitlink Saham Dengan kebijakan BI belakangan ini, bisa menjadi bahan bakar tambahan bagi unitlink pasar uang untuk melanjutkan tren positif. Bila melihat data Infovesta, unitlink jenis ini memang menjadi yang moncer. Hingga Mei 2026, rata-rata return dari unitlink pasar uang mencapai 0,28% secara month on month (MoM).
PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP) atau OCBC pada 8 Juni 2026 menandatangani perjanjian terkait pembelian 20,00 persen saham PT Great Eastern Life Indnesia (GELI) dari The Great Eastern Life Assurance Company Limited (GEL).Presiden Direktur OCBC Indonesia Parwati Surjaudaja menyatakan penyelesaian rencana transaksi akan bergantung pada pemenuhan persyaratan pendahuluan, sebagaimana disepakati oleh para pihak dalam perjanjian, dan perolehan persetujuan dari regulator atas pengambilalihan saham GELI oleh perseroan.
Pengembangan SDM Menjadi Fokus Belanja Baru (Bisnis Indonesia, 11/06/2026)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai penguatan manajemen risiko dan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi industri asuransi dan reasuransi di tengah meningkatnya kompleksitas risiko global dan domestik. Deputi Komisioner Pengawasan Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Iwan Pasila mengatakan peningkatan kapasitas permodalan industri harus diimbangi dengan kemampuan pengelolaan risiko yang memadai. Menurut dia, penguatan modal tidak akan efektif apabila tidak didukung oleh SDM dan tata kelola risiko yang kuat.Risiko reasuransi itu sangat berbeda dengan risiko asuransi. Ini mendorong kapasitas naik melalui permodalan yang meningkat, tetapi orang-orangnya dan pola-pola manajemennya juga harus dibenahi supaya punya modal yang kuat dan SDM yang mumpuni, ujar Iwan di Jakarta, Selasa (2/6).
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
Igloo baru-baru ini resmi mengumumkan kemitraan strategis dengan Chubb Life cabang Vietnam dan Indonesia, untuk mendistribusikan solusi asuransi di Negeri Naga Biru dan Nusantara melalui Ignite by Igloo, pelantar dan jaringan perantara penjualan asuransinya. Melalui kemitraan ini, portofolio produk asuransi jiwa, kesehatan, dan penyakit kritis Chubb Life akan didistribusikan melalui Ignite, platform berbasis AI Igloo untuk agen asuransi. Agen di kedua pasar akan mendapatkan akses ke asuransi jiwa jangka panjang, perlindungan penyakit kritis, dan produk perlindungan kesehatan, menambah produk asuransi umum yang saat ini didistribusikan melalui pelantar Ignite. Ignite by Igloo saat ini mengoperasikan jaringan agen di kedua pasar dan bekerja sama dengan lebih dari 40 mitra perusahaan asuransi dan lebih dari 75 mitra distribusi di seluruh wilayah.
Ditengah situasi global yang mengakibatkan ketidakpastian, FWD Insurance menghadirkan produk asuransi terbaru FWD Income Prosperity yang dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat kelas menengah akan kepastian finansial. Produk asuransi tersebut lahir dari hasil survei yang dilakukan FWD bersama lembaga riset independen Ipsos.Hasil survei menunjukkan lebih dari 66 persen masyarakat kelas menengah Indonesia masih merasa khawatir terhadap kondisi keuangan mereka di masa depan. Chief Human Resources & Marketing Officer FWD Insurance Rudy Franto Manik menjelaskan, FWD Income Prosperity dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat kelas menengah akan kepastian finansial di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya biaya hidup dan kesehatan.
KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN
9 Cara Orang Tua Dukung Finansial Anak Tanpa Memanjakan (Batam Pos, 10/06/2026)
Dukungan finansial dari orang tua bukan soal seberapa besar uang yang diberikan, melainkan bagaimana membentuk mentalitas anak yang mandiri. Mengutip informasi literasi keuangan dari Prudential Indonesia, BCA Life, dan rilis resmi Kementerian Keuangan RI, pembiasaan mengelola uang saku atau penghasilan pribadi sejak dini jauh lebih berharga daripada nominal yang diberikan. Memasuki usia produktif 20-an, keterbukaan orangtua mengenai kondisi ekonomi keluarga justru menjadikunciutama agar anak tidak tumbuh konsumtif. Berikut cara bijak memberikan support finansial kepada anak tanpa memanjakan mereka: 1. Fasilitasi Pendidikan atau Pelatihan Skill, Bukan Sekadar Uang Daripada memberikan uang tunai tanpa arah yang jelas, investasikan dana Anda pada kursus, bootcamp, atau pendidikan lanjutan. Hal ini akan meningkatkan kapasitas serta daya saing anak di dunia kerja nyata. 2. Ajarkan Skala Prioritas dalam Pengeluaran Orangtua perlu mendampingi anak untuk memahami perbedaan mendasar antara kebutuhan pokokdan keinginan mata.
AXA Mandiri Memperingati Hari Lansia (indonesiyes.com, 10/06/2026)
Corporate Responsibility Manager PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri), Christ Saragih (kiri) menyerahkan secara simbolis donasi perlengkapan kebersihan dan kesehatan ke pengurus Rumah Atmabrata, Joice Mamahit (kanan) di sela acara Peringatan Hari Lansia Nasional di Jakarta, Jumat (5/6/2026). Selain mengajak para Lansia melakukan yoga, bernyanyi dan berwisata, AXA Mandiri juga menyalurkan bantuan berupa 45 paket perlengkapan kebutuhan sehari-hari seperti produk kebersihan, kesehatan dan higienitas untuk mendukung kenyamanan para lansia. Seperti diketahui, AXA Mandiri PT AXA Mandiri Financial Services (AXA Mandiri) merupakan perusahaan asuransi jiwa patungan antara PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan National Mutual International Pty. Limited (AXA Group).
Hari ini Sun Life Asia meluncurkan Financial Resilience Index ketiga: Asia menghadapi kenaikan biaya hidup, mengungkap wawasan baru tentang dampak krisis biaya hidup di Asia. Di saat inflasi tinggi terus berdampak pada perekonomian global, laporan tahun ini menunjukkan bahwa kenaikan biaya hidup terus menekan keluarga, melemahkan ketahanan finansial, dan membuat rumah tangga kurang siap menghadapi masa depan. Anggaran sangat terbatas, lebih dari delapan di antara sepuluh responden survei (83%) mengatakan bahwa mereka lebih sulit memenuhi biaya bulanan akibat inflasi. Tekanan biaya hidup menghantam keuangan rumah tangga Temuan ini menyoroti dampak inflasi di dunia nyata akibat masalah geopolitik dan ekonomi makro, termasuk ketegangan di Timur Tengah dan guncangan harga minyak yang diakibatkannya, sehingga memperketat anggaran keluarga. Kenaikan biaya hidup sehari-hari menjadi tekanan paling mendesak bagi rumah tangga di Asia, di mana harga bahan makanan memengaruhi 95% penduduk, diikuti oleh biaya utilitas (94%), bahan bakar transportasi (92%), bahan bakar masak (91%), dan layanan kesehatan (91%).
Sebagai bagian dari Generali Group yang menjadikan keberlanjutan (sustainability) sebagai pondasi dalam menjalankan bisnisnya, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia ("Generali Indonesia") terus mendukung berbagai kegiatan yang mempromosikan kesehatan dan mendorong terwujudnya sustainable lifestyle. Tahun ini, di penyelenggaraan pertama Suroboyo 10K, Generali Indonesia mendukung acara ini sebagai official insurance partner, dengan memberikan perlindungan kepada 3.000 pelari yang terbagi menjadi 2 kategori: 10K National Man Woman dan 10K Master Man Woman. Perlindungan diberikan atas berbagai risiko kecelakaan termasuk risiko yang berhubungan langsung dengan olahraga lari selama acara berlangsung. Setelah dukungan pada Bandoeng 10K, Suroboyo 10K merupakan ajang olahraga kedua dari rangkaian acara olahraga lari yang didukung Generali Indonesia di tahun ini.
Hanwha Life dan Save the Children Luncurkan Future Plus Indonesia (jpnn.com, 10/06/2026)
Hanwha Life bersama Save the Children Indonesia hari ini meluncurkan 'Future Plus Indonesia: Youth Financial Literacy Program' (Program Literasi Keuangan Remaja) di SBM ITB, Bandung. Inisiatif percontohan selama satu tahun ini dirancang secara khusus untuk menjawab kebutuhan mendesak akan peningkatan edukasi keuangan di kalangan generasi muda Indonesia, khususnya di Jawa Barat, sebuah wilayah yang saat ini menghadapi tantangan signifikan akibat tingginya tingkat judi online dan pinjaman digital ilegal. Meskipun tingkat inklusi keuangan di kalangan remaja Indonesia telah mencapai 57,9%, namun tingkat literasinya ternyata masih rendah, yaitu sebesar 51,7%. Kesenjangan ini menunjukkan meskipun sudah banyak generasi muda yang menggunakan layanan keuangan, mereka sering kali kurang memiliki pengetahuan yang memadai untuk memanfaatkannya secara aman dan bertanggung jawab. Untuk mengatasi risiko-risiko tersebut, program ini mendukung visi pemerintah dengan mentransformasikan konten literasi keuangan ke dalam modul pembelajaran digital interaktif (gamified) yang disesuaikan dengan gaya belajar remaja.
Sun Life Indonesia remi meluncurkan Financial Index 2026 sebuah studi yang menunjukkan kenaikan biaya hidup sebagai faktor yang mempengaruhi ketahanan rumah tangga. Survei yang dilakukan bersama Genpop pada April 2026 terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di seluruh Indonesia, menemukan bahwa 80 persen masyarakat merasakan tekanan dari meningkatnya biaya hidup. Studi ini menegaskan pentingnya literasi keuangan sebagai fondasi ketahanan finansial di tengah ketidakpastian ekonomi. Selain itu, studi ini juga mencatat peningkatan manfaat teknologi berbasis kecerdasan artifisial (AI) sebagai sumber informasi dan panduan dalam mengelola keuangan. Dari keseluruhan responden yang disurvei, hasil studi menunjukkan bahwa hanya 14 persen responden yang merasa sangat aman secara finansial.
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
17.993,00 |
|
IHSG |
5.863,64 |
|
BI Rate |
5.50 % |
Sumber Media:
Bisnis Indonesia, techverse.asia, suaramerdeka.com, metrojateng.com, zonapasar.com, seputarjateng.id, Batam Pos, indonesiyes.com, lapan6online.com, hallojabar.com, opiniindonesia.com, bogor.apakabarnews.com, jatengraya.com, bisnispost.com, mediaemiten.com, harianinvestor.com, businesstoday.id, infobumn.com, hariansumedang.com, serambiislam.com, hariankarawang.com, halloup.com, digikomnews.com, apakabartv.com, sawitpost.com, indoinsider.com, haijateng.com, pangannews.com, businessasia.co.id, jpnn.com, voi.id, wartakota.tribunnews.com, disway.id, prokal.co, olenka.id, jurnalindustry.com, kontan.co.id, id.tradingview.com, Kontan, mediaasuransinews.co.id, digitalbank.id, dan Bali Tribune.
