AAJI Daily News - 21 Mei 2026
Kamis, 21 Mei 2026
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
52 |
3 |
0 |
|
Online |
|
Electronic |
|
53 |
2 |
0 |
ISSUES
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 9 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 16 Total News
- Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 3 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 27 Total News
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
PT Asuransi Allianz Life Syariah Indonesia (Allianz Syariah) menilai ketidakpastian ekonomi dan dinamika geopolitik global secara umum dapat memberikan tekanan terhadap industri asuransi syariah. Direktur Utama Allianz Life Syariah Indonesia, Elmie Najas mengatakan salah satu lini yang bisa terdampak adalah asuransi kesehatan. Dalam konteks kesehatan, dia menyebut salah satu faktor yang terus menjadi perhatian adalah tren inflasi medis yang masih berlangsung, ditandai dengan meningkatnya biaya layanan kesehatan, obat-obatan, hingga tindakan medis dari tahun ke tahun. "Selain itu, dinamika overutilization maupun overtreatment layanan kesehatan juga berpotensi mendorong kenaikan angka klaim di industri," katanya kepada Kontan, Rabu (20/5/2026). Meski demikian, Allianz Syariah memandang kondisi itu secara hati-hati dan terukur melalui pengelolaan risiko yang berkelanjutan, serta pemantauan tren klaim secara berkala. Elmie menyampaikan pihaknya terus memperkuat tata kelola klaim dan bekerja sama dengan jaringan layanan kesehatan untuk memastikan klaim yang dibayarkan tetap sesuai kebutuhan medis yang tepat, wajar, dan berkualitas.
Power Lunch - Aset Industri Asuransi Naik 4,38% (YOY) Di Maret 2026 (CNBC INDONESIA, 20/05/2026)
Asset industri perasuransian pada Maret 2026 mencapai Rp1,195,75 lindr rupiah atau naik 4,38% secara tahunan. Dari sisi asuransi komersial total aset mencapai Rp6,77,53 lindrupiah atau naik 5,64% secara tahunan. Pendapatan premi pada industri asuransi komersial pada periode Maret 2026 mencapai Rp88,36 lindrupiah atau naik 5,64% secara tahunan. tumbuh 0,74% secara tahunan, capaian premi baru di kelompok asuransi jiwa yang turun 0,14% hingga menjadi 47,12 triliun rupiah. Sementara premi baru yang diimpun asuransi umum dan re-asuransi mencapai 41,24 triliun rupiah atau meningkat 1,77%. Autoritas jasa kawan mencatat di akhir Maret 2006 posisi risk-based capital industri asuransi. Restoransi jiwa berada pada level 474,26 persen, dan posisi risk-based capital di industri asuransi umum dan re-asuransi berada di level 316,32 persen.
PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) mengungkapkan, fenomena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) berpotensi mempengaruhi pendapatan premi lini asuransi jiwa kredit. President Director Ciputra Life Hengky Djojosantoso mengatakan PHK tentunya akan berpotensi menurunkan daya beli, sehingga masyarakat terpaksa melakukan penghematan dan mengurangi pengeluaran. "Alhasil, premi asuransi mungkin menjadi salah satu pengeluaran yang akan dikurangi karena tidak memberikan direct impact atau manfaat langsung. Kondisi itu tentunya akan berpengaruh terhadap pendapatan premi perusahaan asuransi," katanya kepada Kontan, Selasa (19/5/2026). Dari sisi klaim, Hengky menyebut fenomena PHK dan dinamika ekonomi yang terjadi, tidak secara otomatis akan meningkatkan jumlah klaim asuransi jiwa kredit. Sebab, dia bilang proteksi yang diberikan selaku perusahaan asuransi jiwa adalah proteksi terhadap risiko meninggal dunia atau sakit. "Dengan demikian, hal itu berbeda dengan perusahaan asuransi umum, yang mempunyai proteksi terhadap risiko gagal bayar karena PHK," ungkap Hengky.
Otoritas Jasa Keuangan ( OJK ) menyampaikan hasil investasi asuransi syariah pada Maret 2026 mengalami kontraksi negatif Rp121,84 miliar, setelah sebelumnya berada pada posisi positif sebesar Rp545,24 miliar.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono menjelaskan hal itu terjadi karena pengaruh dari perubahan kondisi pasar."Termasuk pelemahan IHSG sebesar 14,42% secara month-to-month , yang berdampak pada kinerja instrumen investasi berbasis ekuitas dalam portofolio asuransi jiwa syariah," ucapnya dalam lembar jawaban RDK OJK April 2026, dikutip pada Rabu (20/5/2026).Sebab itu, OJK menyarankan untuk menjaga stabilitas dan meningkatkan kinerja hasil investasi ke depan, industri perlu terus memperkuat diversifikasi portofolio pada instrumen yang lebih stabil."Kemudian, mengoptimalkan asset liability management [ALM], memperkuat manajemen risiko melalui stress testing , serta meningkatkan governance dan pengawasan internal dalam pengambilan keputusan investasi," ujar Ogi.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyoroti masih rendahnya pangsa pasar atau market share industri asuransi syariah di Indonesia yang hingga kini masih berada di bawah lima persen.Kepala Divisi Pengawasan Asuransi Umum dan Reasuransi Syariah OJK Alis Subiantoro menyampaikan kontribusi asuransi syariah terhadap industri keuangan nasional masih relatif kecil, terutama jika dibandingkan dengan sektor keuangan syariah lainnya.| | "Kalau kita lihat dari sisi pangsa pasar, memang pangsa pasar asuransi syariah ini masih relatif kecil ya. Per tahun kemarin atau 2025, pangsa pasar dari sisi kontribusi asuransi syariah hanya sebesar 4,75 persen," ujar Alis, di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.Ia menambahkan pada kuartal I/2026 pangsa pasar asuransi syariah kembali mengalami penurunan seiring melemahnya kontribusi di sektor asuransi jiwa syariah. Menurut dia, penurunan kontribusi yang cukup signifikan pada lini asuransi jiwa membuat pangsa pasar industri asuransi syariah pada kuartal I/2026 hanya 3,92 persen.Meski demikian, dari sisi aset, industri asuransi syariah masih menunjukkan pertumbuhan yang relatif positif dan stabil. "Tapi kalau kita lihat dari sisi aset, ini masih tumbuh. 2025 itu pangsa pasar aset asuransi syariah 5,22 persen, sedangkan pangsa pasar dari per Maret 2026 itu mencapai 5,26 persen," jelasnya.
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
AI Bakal jadi Faktor Penentu Daya Saing di Industri Asuransi (infobanknews.com, 20/05/2026)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan, transformasi digital dan perkembangan artificial intelligence (AI) akan menjadi faktor penentu daya saing di industri asuransi mendatang.Namun di tengah percepatan teknologi, human engagement (keterlibatan manusia) dinilai tetap menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan konsumen di sektor jasa keuangan.Kepala Departemen Aktuaria OJK Yusman, menilai penggunaan AI tak lagi sekadar menjadi alat bantu, melainkan berkembang menjadi infrastruktur utama dalam industri asuransi." Artificial intelligence bukan lagi sekadar alat, tetapi akan berkembang menjadi infrastruktur dalam industri keuangan. Perusahaan yang tidak mampu mengikuti percepatan perubahan ini akan semakin sulit bersaing," ujar Yusman dalam Executive Industry Roundtable bertajuk "Optimizing Insurance Selling with Technology: Transforming Digital Insurance with Augmented Human" di Jakarta, Rabu, 20 Mei 2026.Menurutnya, perubahan perilaku masyarakat menuju ekosistem digital turut menciptakan tantangan baru, mulai dari keamanan siber, perlindungan data pribadi, hingga kebutuhan membangun kepercayaan publik terhadap platform digital.Berdasarkan hasil review OJK terhadap penerapan manajemen risiko teknologi informasi di industri asuransi, sebanyak 22 persen perusahaan asuransi jiwa dan 18 persen perusahaan asuransi umum masih berada pada kategori risiko tinggi.
Mau Masa Depan Finansial Lebih Aman? Chubb Life Hadirkan Proteksi Jiwa Baru (medcom.id, 21/05/2026)
Perencanaan keuangan sejak dini merupakan kunci utama bagi generasi muda agar impian jangka panjang tidak karam di tengah jalan akibat peristiwa tidak terduga. Menjawab kebutuhan tersebut, PT Chubb Life Insurance Indonesia (Chubb Life Indonesia) mengumumkan peluncuran My Prime Term Protection - Plan Series, produk berjangka yang memberikan manfaat meninggal dunia sebesar 100 persen dari Uang Pertanggungan karena sebab apapun. Dengan My Prime Term Protection - Plan Series, nasabah dapat merencanakan masa depan mereka dengan lebih percaya diri, karena keluarga mereka terlindungi dari risiko yang tidak terduga. My Prime Term Protection - Plan Series memastikan setiap nasabah dapat memilih perlindungan yang paling sesuai dengan gaya hidup dan aspirasi mereka melalui dua paket perlindungan dengan harga terjangkau yaitu Essential Plan dan Advance Plan. Safe Haven Baru untuk Nasabah Tajir Essential Plan memberikan perlindungan jiwa apabila Tertanggung meninggal dunia karena sebab apa pun, yang dilengkapi manfaat pembebasan premi jika terjadi peristiwa tak terduga sesuai ketentuan polis. Untuk perlindungan yang lebih luas, nasabah dapat memilih Advance Plan yang menawarkan manfaat tambahan seperti santunan rawat inap harian, perawatan di ICU, dan tindakan bedah di rumah sakit, baik akibat penyakit maupun cedera selama masa asuransi.
PT Great Eastern Life Indonesia menjadi salah satu pilar penting dalam pengembangan ekosistem wealth management yang terus diperkuat oleh OCBC di Indonesia. Kolaborasi tersebut memungkinkan nasabah memperoleh solusi perlindungan finansial yang lebih menyeluruh dan terintegrasi.Di tengah meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya proteksi keuangan, layanan asuransi kini tidak lagi dipandang sekadar pelengkap produk investasi. Banyak nasabah mulai memahami bahwa perlindungan aset dan keluarga menjadi bagian penting dalam strategi pengelolaan kekayaan jangka panjang.Melalui dukungan Great Eastern Life Indonesia, OCBC menghadirkan berbagai solusi perlindungan jiwa dan finansial yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing nasabah. Pendekatan ini dilakukan untuk membantu masyarakat menghadapi risiko finansial yang dapat muncul sewaktu-waktu dalam perjalanan hidup mereka.Sinergi antara layanan investasi dan proteksi juga menjadi strategi penting dalam membangun loyalitas nasabah.
Hanwha Life Memperkenalkan AI Financial Advisor (jpnn.com, 21/05/2026)
Memasuki tahun ke-12 beroperasi di Indonesia, Hanwha Life Indonesia memperkenalkan Artificial Intelligence Financial Advisor (AI FA). Inovasi itu menjadi solusi penasihat keuangan berbasis kecerdasan buatan, yang dirancang untuk mendukung layanan konsultasi asuransi dan finansial. Peluncuran teknologi tersebut sebagai bagian dari langkah transformasi digital perusahaan, dalam memperkuat layanan bagi nasabah sekaligus mendukung kinerja tenaga pemasar dan agen profesional. Chief Marketing Strategy Officer Chang Woo Han mengatakan AI FA hadir untuk membantu proses konsultasi agar lebih efektif, cepat, dan mudah dipahami calon nasabah.
Jalan Panjang Ketahanan Siber di Industri Asuransi (antaranews.com, 20/05/2026)
Transformasi digital yang semakin pesat telah membawa berbagai manfaat bagi dunia bisnis, mulai dari efisiensi proses operasional, perluasan akses layanan, hingga percepatan inovasi teknologi. Namun di balik kemajuan tersebut, ancaman kebocoran data dan serangan siber juga meningkat secara signifikan, termasuk di sektor jasa keuangan dan industri asuransi yang mengelola data nasabah dalam jumlah besar.Menjawab tantangan tersebut, Indonesia Re melalui iLearn Program menyelenggarakan iLearn Thematic Webinar bertajuk "The Rising Cost of Cyber Risk: Why Cyber Insurance Matters More Than Ever" pada Selasa, 12 Mei 2026. Webinar ini menghadirkan sejumlah pakar di bidang keamanan siber, teknologi, dan pengelolaan risiko untuk membahas perkembangan ancaman digital serta pentingnya penguatan cyber resilience serta manfaat cyber insurance bagi dunia usaha.Kepala Divisi Indonesia Re Institute, Adi Putra, menyampaikan bahwa sektor keuangan, termasuk industri perasuransian, menjadi salah satu target utama serangan siber karena mengelola data yang sangat sensitif, seperti informasi nasabah, rekam kesehatan, hingga transaksi digital."Dalam banyak kasus, dampak terbesar bukan hanya berasal dari kerugian finansial secara langsung, melainkan dari reputational damage akibat kebocoran data atau gangguan layanan," ujar Adi.
Prudential Syariah Rilis Asuransi Pendidikan, Kontribusi Mulai Rp 200.000 (kompas.com, 20/05/2026)
Kenaikan biaya pendidikan yang terus melampaui inflasi mendorong kebutuhan keluarga untuk menyiapkan perencanaan keuangan sejak dini.Di tengah tren tersebut, PT Prudential Sharia Life Assurance ( Prudential Syariah ) meluncurkan produk asuransi jiwa tradisional dwiguna syariah bernama PRUTahapan Cemerlang.Produk ini dirancang untuk membantu keluarga menyiapkan dana pendidikan anak hingga jenjang perguruan tinggi, sekaligus mendukung perencanaan keuangan jangka panjang lainnya.Prudential Syariah menyebut, produk tersebut menawarkan manfaat dana tahapan hingga 160 persen dari target dana dengan kontribusi mulai Rp 200.000 per bulan.Prudential Syariah menyatakan produk ini menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas solusi perlindungan berbasis syariah bagi keluarga Indonesia.Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan biaya pendidikan mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir. Rata-rata biaya pendidikan jenjang sekolah dasar meningkat 90 persen dari Rp 2,4 juta pada 2018 menjadi Rp 4,56 juta pada 2024.Sementara itu, biaya pendidikan perguruan tinggi tercatat naik 31,38 persen menjadi Rp 19,01 juta per tahun ajaran pada 2024.Presiden Direktur Prudential Syariah Iskandar Ezzahuddin mengatakan, kenaikan biaya pendidikan membuat banyak keluarga menghadapi tantangan dalam menjaga kesinambungan dana pendidikan anak.
ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
Pemirsa saat ini OJK terus memperkuat industri perasuransian dengan berbagai regulasi. Dan salah satunya dengan adanya program uji coba new RBC. Karena itu langsung saja kita akan mengulasnya dengan Chief Financial Officer PT Zuri Asuransi Indonesia TBK Bapak Musi Samosir. Selamat siang Pak Musi apa kabarnya Pak? Selamat siang, senang-senang untuk berada di Saya sangat baik. Terima juga Pak sudah melengkan waktu untuk CNBC Indonesia.Kita ingin tahu pak pandangan antarket dengan langkah OJK yang terus mendorong industri perasuransian untuk adanya program uji coba, new RBC di industri ini. Apakah anda melihat ini juga sebagai langkah semakin berkuat industri ini pak? Saya perlu sedikittopiknya ke perubahan peraturan perhitungan solpabilitas perusahaan asuransi dan reassuransi ya. Personally, saya senang dengan perubahan ini dan juri menyambut dengan sangat positif. Ini saya lihat sebagai manifestasi dari kepedulian dan keseriusan OJK untuk terus menerus mendewasakan industri asuransi dan reassuransi di Indonesia. Jadi pendekatannya itu jadinyalebih benar-benar berbasis risiko yang menyeluruh.Benar-benar industri didorong oleh OJK untuk mengerti risikonya dengan lebih dalam dan mengkaitkan risiko terhadap kecukupan modal dengan lebih eksplisit. Jadi itu yang saya lihat sedang dilakukan oleh OJK.
OJK Wajibkan PSAK 117 Berlaku 2026 Kebutuhan Aktuaris Meningkat (readers.id, 20/05/2026)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mewajibkan seluruh perusahaan asuransi dan reasuransi untuk menerapkan laporan keuangan versi Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) 117 secara penuh pada 2026, seperti dikutip dari Keuangan. Kebijakan baru ini berdampak langsung pada lonjakan kebutuhan tenaga aktuaris di industri perlindungan finansial. Standardisasi tersebut meningkatkan kompleksitas dalam pengelolaan laporan keuangan perusahaan. Direktur Utama PT Asuransi Asei Indonesia Dody Dalimunthe menjelaskan bahwa regulasi ini menuntut pengukuran liabilitas asuransi yang lebih granular. Penghitungan kini berbasis proyeksi arus kas, discount rate, risk adjustment, hingga pengakuan Contractual Service Margin (CSM). "Oleh karena itu, kebutuhan terhadap profesi aktuaris secara praktis meningkat, bukan hanya untuk kepentingan pricing dan reserving seperti sebelumnya, melainkan juga untuk mendukung pelaporan keuangan, manajemen risiko, dan koordinasi dengan auditor maupun regulator," ucapnya kepada Kontan, Rabu (20/5).
PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) menyatakan siap mengikuti aturan dan ketentuan yang diberlakukan oleh pemerintah dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal itu termasuk ketetapan peningkatan batas limit investasi asuransi di pasar modal menjadi 20 persen.Tentunya ada (pengaruh unitlink terhadap peningkatan batas limit investasi asuransi di pasar modal menjadi 20 persen), karena ada penyesuaian-penyesuaian lebih lanjut dari desain produknya tentunya, kata Faculty Head Sequis Quality Empowerment (STAE) Sequis Life Yan Ardhianto Handoyo, beberapa waktu lalu.Yan Ardhianto Handoyo menegaskan pada prinsipnya Sequis Life siap mengikuti dan mematuhi terhadap sejumlah aturan yang ditetapkan oleh OJK. Hal itu termasuk ketetapan peningkatan batas limit investasi asuransi di pasar modal menjadi 20 persenKarena pada prinsipnya Sequis Life sendiri itu sangat comply terhadap aturan yang ditetapkan oleh OJK. Kita akan ikuti seperti itu. Dan kalau memang perlu ada perubahan ya tentunya kita akan melakukan perubahan-perubahan, jelasnya.
KAMPANYE EDUKASI DAN LITERASI KEUANGAN
Partisipasi BRI Life di Ajang Lari The RACEvolution (tribunnews.com, 20/05/2026)
Direktur BRI Life Aestika Oryza Gunarto saat memberikan hadiah kepada pemenang lari kategori 10K wanita dalam ajang Telkomsel Digital Run 2026 yang digelar di Istora Senayan, Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (17/5/2026). Ajang lari yang mengusung tema The RACEvolution ini, BRI Life mengasuransikan seluruh peserta melalui asuransi Prosport untuk memberikan ketenangan bagi para pelari, agar dapat berkompetisi dengan rasa aman dan nyaman, bebas dari rasa cemas akan risiko cedera.
Generali Proteksi Pelari Bank BJB Bandoeng (krjogja.com, 20/05/2026)
Terus mempromosikan pentingnya gaya hidup sehat melalui olahraga, PT Asuransi Jiwa Generali Indonesia (Generali Indonesia) mendukung ajang Bank BJB Bandoeng 10K (Bandoeng 10K) dengan memberikan proteksi asuransi kepada 4.000 pelari. Bandoeng 10K merupakan ajang lomba lari sejauh 10-kilometer yang memadukan semangat berlari dengan konsep eco-culture, sekaligus mengangkat kekayaan budaya dan cerita khas Kota Bandung. Di ajang ini, Generali Indonesia berperan sebagai official insurance partner dengan memberikan perlindungan jiwa dan kesehatan kepada seluruh pelari atas risiko kecelakaan serta berbagai risiko yang berkaitan langsung dengan aktivitas lari selama acara berlangsung. Dengan perlindungan yang diberikan, para pelari dapat berlari dengan lebih tenang, nyaman, dan fokus dalam menyelesaikan race hingga garis finish. Seremoni pemberian proteksi kepada perwakilan pelari dilakukan oleh manajemen Generali Indonesia, Rebecca Tan selaku President Director & CEO yang didampingi oleh Jong Wie Siu selaku Chief Product Management and Marketing Officer pada saat acara, Minggu (17/5/2026). Rebecca mengungkapkan, Generali Indonesia secara konsisten terus mendukung gaya hidup sehat di masyarakat, yang salah satunya melalui dukungan terhadap olahraga lari.
Jogja Financial Festival bakal hadir di kota pelajar. Festival keuangan terbesar ini berlangsung mulai 22-23 Mei 2026 di Jogja Expo Center, berlokasi di Jalan Raya Janti, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Yogyakarta.Jogja Financial Festival hadir sebagai sebuah platform yang mempertemukan para pemangku kepentingan di sektor keuangan-mulai dari pembuat kebijakan, regulator, pelaku industri keuangan, akademisi, hingga masyarakat luas-untuk berdiskusi, berbagi perspektif.Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat khususnya anak muda.Sebelumnya, Financial Festival yang digagas oleh Transmedia bekerjasama dengan LPS telah sukses digelar di Surabaya dan Medan dan dihadiri oleh lebih dari 10.000 orang.Jogja financial festival menghadirkan Business Talk dan Educational Class. Pada sesi Business Talk rencananya dihadiri para tokoh pejabat negara.Mulai dari Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu, dan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi.Lalu dari pihak tuan rumah, akan hadir Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.Pengusaha papan atas sekaligus Founder and Chairman CT Corp Chairul Tanjung juga hadir berbagi pengalamannya merintis bisnis hingga besar seperti sekarang.
Kunjungan Mahasiswa IPB Astra Life menjadi momen penting dalam memperkenalkan industri asuransi kepada generasi muda. Sebanyak 93 mahasiswa dari Gugus Mahasiswa Matematika Institut Pertanian Bogor hadir langsung ke kantor Astra Life di Pondok Indah Office Tower 3, Jakarta, pada awal Mei 2026.Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menyambut ulang tahun Astra Life ke-12. Dalam sambutannya, Direktur Astra Life Cornelius Nangoi menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan literasi keuangan, khususnya di kalangan anak muda.Ia menilai penting bagi generasi muda untuk memahami perencanaan finansial sejak dini, termasuk manfaat perlindungan asuransi dalam kehidupansehari-hari. Selama kunjungan industri IPB ini, mahasiswa mendapatkan berbagai materi edukasi, mulai dari profil perusahaan hingga pengenalan produk asuransi jiwa dan kesehatan.
Jaga Kestabilan Usaha, PNM-BRI Life Edukasi Literasi Asuransi (krjogja.com, 20/05/2026)
PNM Cabang Yogyakarta bersama PT Asuransi BRI Life mengadakan edukasi literasi asuransi kepada 50 nasabah PNM Mekaar . Harapannya dengan memiliki literasi keuangan yang baik, pengusaha ultra mikro bisa merencanakan masa depan yang lebih aman dan terukur. Pemimpin PNM Cabang Yogyakarta, Agus Triyanto, menekankan bahwa program ini merupakan bagian dari kolaborasi berkelanjutan yang akan terus dilaksanakan di berbagai wilayah sepanjang 2026. Tujuannya supaya pengusaha ultra mikro dalam menjalankan usahanya lebih aman. "Kami berharap para nasabah dapat mengelola usaha dan keuangan keluarga dengan lebih aman, bijak, dan berkelanjutan," ujarnya. Menurutnya, bagi banyak pengusaha kecil, mengakses asuransi usaha bukanlah hal yang mudah. Minimnya informasi, ketakutan akan prosedur yang rumit, serta keterbatasan modal sering menjadi penghalang untuk melindungi usaha yang mereka jalani. "Di tengah tantangan tersebut, upaya meningkatkan literasi keuangan menjadi kunci agar pengusaha ultra mikro bisa merencanakan masa depan yang lebih aman dan terukur," tuturnya.
Prudential Indonesia Rilis Laporan Keberlanjutan 2025 (mediaasuransinews.co.id, 20/05/2026)
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) merilis Laporan Keberlanjutan 2025 untuk menegaskan komitmennya dalam menciptakan nilai berkelanjutan bagi masyarakat dan lingkungan.Laporan ini memaparkan berbagai inisiatif strategis perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip Lingkungan, Sosial, dan Tata Kelola (Environmental, Social, and Governance/ESG) dalam setiap aspek bisnisnya selama lebih dari tiga dekade. Sebagai bagian dari inisiatif perusahaan, Prudential Indonesia juga terus berupaya memperluas akses perlindungan kesehatan dan finansial, mendorong investasi yang bertanggung jawab, serta menjalankan praktik bisnis yang berkelanjutan.| Sepanjang 2025, Prudential Indonesia terus memperkuat implementasi strategi keberlanjutan melalui tiga pilar utama: perlindungan kesehatan dan finansial yang mudah dijangkau, investasi yang bertanggung jawab, serta praktik bisnis berkelanjutan.
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
17.650,15 |
|
IHSG |
6.149,43 |
|
BI Rate |
4.75 % |
Sumber Media:
infobanknews.com, medcom.id, voi.id, indoposco.id, infoekonomi.id, bogorraya.pikiran-rakyat.com, jpnn.com, analisadaily.com, antaranews.com, kompas.com, fortuneidn.com, readers.id, teropongbisnis.id, pojokpapua.id, tribunnews.com, sindonews.com, viva.co.id, sonora.id, deskjabar.pikiran-rakyat.com, jakarta.suaramerdeka.com, marketeers.com, harianterbit.com, poskota.co, jurnas.com, industry.co.id, indoaviation.asia, sinarharapan.net, ipol.id, sudutpandang.id, bisnistoday.co.id, id.alongwalker.co, gatranews.id, megapolitanpos.com, parapat.id, krjogja.com, detik.com, cnnindonesia.com, beritainn.com, mediaasuransinews.co.id, kontan.co.id, CNBC INDONESIA, jabejabe.pikiran-rakyat.com, dan bisnis.com.
