AAJI Daily News - 3 Juni 2026
Rabu, 03 Juni 2026
FM-CC-AAJI-006-00
OVERVIEW
|
Positive |
Neutral |
Negative |
|
177 |
1 |
0 |
|
Online |
|
Electronic |
|
164 |
13 |
1 |
ISSUES
- Tentang AAJI: 83 Total News
- Kinerja Industri dan Perusahaan Asuransi Jiwa: 25 Total News
- Inovasi Produk, Teknologi, dan Layanan: 41 Total News
- Isu Regulasi dan Kebijakan Pemerintah: 10 Total News
- Kampanye Edukasi dan Literasi Keuangan: 19 Total News
TENTANG AAJI
Premi Naik 4,1 Persen, Asuransi Unitlink Kembali Dilirik (kompas.com, 02/06/2026)
Industri asuransi jiwa mulai mendulang pertumbuhan premi dari asuransi unitlink atau produk asuransi yang dikaitkan investasi (PAYDI).Kondisi tersebut terjadi setelah perubahan regulasi untuk menghindari praktik penyesatan informasi atau misselling . Pengetatan ini membuat proses administrasi pemasaran lebih kompleks untuk para agen, dan membuat penjualan produk unitlink tersendat.Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo mengatakan, asuransi jiwa tradisional masih menjadi kontributor utama dari total premi industri asuransi jiwa, atau mencapai Rp 30,10 triliun hingga kuartal I-2026.Angka tersebut turun tipis 2,9 persen secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 31,0 triliun.
Danantara Mau Merger Asuransi BUMN, AAJI Buka Suara (suara.com, 02/06/2026)
Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia ( AAJI ) menilai wacana konsolidasi terhadap berbagai perusahaan asuransi milik negara sebagai kebijakan strategis yang berpotensi besar memperkokoh fondasi industri asuransi jiwa di kancah nasional.Restrukturisasi masif ini digulirkan seiring dengan target badan pengelola investasi baru, Danantara , yang tengah membidik perombakan skala besar terhadap arsitektur portofolio BUMN, termasuk di sektor jasa keuangan non-bank.Berdasarkan cetak biru yang beredar, jumlah perusahaan asuransi plat merah yang saat ini mencapai 15 entitas akan dipangkas secara signifikan dan dilebur menjadi hanya 3 entitas bisnis utama.Ketiga entitas fokus tersebut nantinya akan terbagi spesifik ke dalam tiga pilar, yakni sektor asuransi jiwa, asuransi umum, dan asuransi kredit.Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri dan Internasional AAJI, Handojo G. Kusuma, mengonfirmasi bahwa penataan ulang ini merupakan sinyal baik bagi kesehatan industri.
AAJI akan Beri Usulan kepada OJK Terkait Penyesuaian Ketentuan Unitlink (kontan.co.id, 03/06/2026)
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sedang melakukan penyempurnaan ketentuan terkait Produk Asuransi yang Dikaitkan dengan Investasi (PAYDI) atau untilink. Terkait perkembangannya, Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) saat ini sedang melakukan evaluasi bersama dengan seluruh anggota, dibantu juga dengan konsultan menyusun usulan penyesuaian ketentuan unitlink. "Sudah hampir selesai, kemudian kami akan menyampaikan usulan kepada OJK. Nanti OJK akan melihat perlu atau tidak dilakukan suatu revisi, pengayaan, atau perubahan terhadap ketentuan yang ada," ucap Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo dalam konferensi pers di kawasan Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2026). Dengan adanya penyesuaian tersebut, Albertus berharap dapat berdampak positif bagi kinerja unitlink. Dia juga berharap ketentuan yang diimplementasikan nantinya dapat membuat unitlink bertumbuh dan mencapai keseimbangan baru bersanding dengan produk tradisional. "Pertumbuhannya diharapkan lebih imbang ke depan. Saat ini, tradisional kira-kira 70%, sehingga diharapkan dua-duanya bisa bertumbuh lebih baik ke depan," tuturnya.
Asuransi Jiwa Syariah Lesu pada Kuartal I 2026, Pendapatan Premi Anjlok (jawapos.com, 02/06/2026)
Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Albertus Wiroyo menyampaikan pendapatan premi asuransi jiwa dari unit usaha syariah mencapai Rp 4,41 triliun sepanjang kuartal I tahun ini.Angka tersebut mengalami penurunan sebesar 32,2 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dibandingkan capaian pada Januari-Maret 2025 sebesar Rp 6,51 triliun. Meskipun mengalami penurunan pada periode ini, segmen syariah tetap menjadi bagian penting dalam upaya memperluas akses perlindungan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, kata Albertus Wiroyo dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (2/6). Pihaknya pun berkomitmen untuk mendukung pertumbuhan industri asuransi syariah melalui upayaspin-offunit usaha asuransi syariah yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) paling lambat diselesaikan pada akhir Desember 2026.
Kenaikan BI Rate sebesar 50 basis poin menjadi 5,25% dinilai membawa sejumlah konsekuensi bagi industri asuransi, terutama terhadap nilai investasi dan pengelolaan likuiditas perusahaan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menilai perusahaan asuransi perlu mengelola risiko secara hati-hati agar tetap menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun (PPDP) OJK Ogi Prastomiyono mengungkapkan, kenaikan BI Rate akan mendorong naiknya tingkat suku bunga, yang pada akhirnya berdampak pada penurunan nilai pasar (market value) instrumen investasi yang dimiliki perusahaan asuransi.
KINERJA INDUSTRI DAN PERUSAHAAN ASURANSI JIWA
Tumbuh 9,8%, Allianz Indonesia Kelola Dana Rp 43,7 T di 2025 (detik.com, 02/06/2026)
Sepanjang 2025, Allianz Indonesia mencatatkan total dana kelolaan (Asset Under Management/AUM) sebesar Rp 43,7 triliun (termasuk dana kelolaan Allianz Life, Allianz Syariah, dan DPLK Allianz. Nilai ini tumbuh 9,8% secara YoY berdasarkan laporan keuangan perusahaan tahun 2025.Sepanjang tahun, Allianz Indonesia mengelola aset pada 49 jenis unit link fund. Tiga fund dengan dana kelolaan tertinggi sepanjang 2025 adalah Smartlink Equity (Rp 5,8 triliun), Smartlink Fixed Income (Rp 1,7 triliun), dan Smartlink Balanced (Rp 1,4 triliun)."Di tengah volatilitas global sepanjang 2025, Allianz Indonesia tetap berfokus pada konsistensi pengelolaan dana kelolaan nasabah dengan pendekatan investasi yang disiplin dan adaptif, sejalan dengan karakteristik bisnis asuransi yang berorientasi jangka panjang," ungkap, Chief Investment Officer Allianz Life Indonesia, Ni Made Daryanti dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2026).
Mayoritas instrumen unitlink saham yang menggunakan basis mata uang Dolar Amerika Serikat (AS) menunjukkan performa yang cukup memuaskan. Berdasarkan data terbaru dari Infovesta hingga April 2026, sebagian besar produk tersebut mencatatkan pertumbuhan positif secara tahun berjalan atau year to date (ytd).Temukan lebih banyak Informasi Opini Informasi Bisnis Informasi OlahragaKenaikan ini menjadi kabar baik bagi para pemegang polis asuransi yang mengalokasikan dananya pada instrumen berbasis dolar. Dari sekian banyak pilihan di pasar, terdapat sepuluh produk yang berhasil memberikan imbal hasil paling kompetitif bagi para nasabahnya.
Indonesia Jadi Pasar Paling Potensial Asuransi Digital (mediaindonesia.com, 02/06/2026)
INDONESIA menjadi salah satu pasar paling potensial asuransi digital di kawasan karena didukung pertumbuhan masyarakat yang semakin akrab dengan teknologi digital. "Indonesia merupakan salah satu pasar utama dengan potensi pertumbuhan kuat, didukung populasi yang semakin adaptif pada teknologi digital. Saya merasa terhormat memimpin FWD Insurance dan melanjutkan fondasi yang dibangun untuk menghadirkan solusi perlindungan relevan, mudah dipahami, dan dapat diakses oleh lebih banyak masyarakat Indonesia," kata Jeffrey Woo yang baru ditunjuk FWD Group menjadi Direktur Utama PT FWD Insurance Indonesia usai memperoleh persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), di Jakarta, Selasa (2/6/2026). Jeffrey menambahkan FWD Insurance akan terus memperkuat inovasi untuk menghadirkan pengalaman berasuransi lebih sederhana sekaligus mengubah cara pandang masyarakat terhadap asuransi.
Industri asuransi syariah Indonesia menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari kewajiban spin-off Unit Usaha Syariah (UUS) yang harus rampung pada akhir 2026 hingga tekanan akibat dinamika geopolitik global.Untuk menjawab tantangan tersebut, penguatan sumber daya insani (SDI), inovasi produk, dan pemanfaatan teknologi dianggap sebagai kunci utama yang perlu dipersiapkan.Upaya tersebut ditempuh Islamic Insurance Society (IIS) lewat gelaran "Wisuda V dan Seminar 2026" yang meluluskan 28 Ahli Asuransi Syariah (FIIS), dan 70 Ajun Ahli Asuransi Syariah (AIIS). Dengan tambahan tersebut, hingga saat ini, IIS telah menghasilkan 102 orang Ahli Asuransi Syariah dan 521 Ajun Ahli Asuransi Syariah, yang menjadi bagian penting dalam penguatan SDI industri asuransi syariah nasional.Selain prosesi wisuda, IIS juga menyelenggarakan seminar bertema "Dampak Geopolitik Internasional, Tantangan, dan Peluang Industri Asuransi Global dan Asuransi Syariah di Indonesia".
PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) membeberkan sejumlah faktor yang bisa memengaruhi kinerja unitlink pada tahun ini. Chief Financial Officer Prudential Indonesia, Adit Trivedi, mengungkapkan faktornya, antara lain ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, volatilitas pasar keuangan khususnya pasar saham, serta dinamika geopolitik yang berpotensi memengaruhi sentimen investor. "Selain itu, arah kebijakan suku bunga baik di tingkat global maupun domestik juga menjadi faktor penting yang dapat memengaruhi pergerakan instrumen investasi, khususnya di pasar obligasi dan saham," ucapnya kepada Kontan, Senin (1/6/2026). Adit menerangkan, kombinasi faktor-faktor tersebut dapat berdampak pada fluktuasi nilai aset dan pada akhirnya memengaruhi kinerja investasi dari produk unitlink. Oleh karena itu, dia menyebut pemantauan pasar secara berkelanjutan dan pengelolaan portofolio yang disiplin menjadi sangat krusial dalam menghadapi kondisi yang dinamis tersebut. Meski demikian, dari perspektif jangka panjang, Prudential Indonesia tetap melihat bahwa fundamental ekonomi dan industri asuransi di Indonesia masih cukup solid.
Sukuk Masih Jadi primadona Investasi Industri Asuransi Syariah (Sinar Indonesia Baru, 02/06/2026)
Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia (AASI) menilai saat ini sukuk masih menjadi pilihan utama bagi perusahaan asuransi syariah dalam menempatkan dana investasinya. Ketua Umum AASI Fauzi Arfan mengatakan khususnya instrumen Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) ataupun sukuk korporasi yang memiliki fundamental kuat dan profil risiko yang relatif stabil.Menurutnya, hal itu tercermin dari tren investasi industri dalam beberapa tahun terakhir, yang mana alokasi dana pada SBSN terus meningkat cukup signifikan, dari sekitar Rp6,26 triliun pada kuartal 1/2022 menjadi sekira Rp13,16 triliun pada kuartal 1/2026.Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perusahaan asuransi syariah semakin memperkuat penempatan investasi pada instrumen yang mampu menjaga stabilitas portofolio di tengah dinamika pasar global, "ucapnya, dikutip Senin (1/6). Dilanjutkan Fauzi, beberapa tahun terakhir industri kian adaptif mengelola portofolio investasi. Kini, perusahaan cenderung meningkatkan porsi instrumen fixed income syariah yang lebih stabil dan berjangka panjang sebagai bagian dari strategi menjaga kualitas aset, likuiditas serta kesehatan keuangan perusahaan secara berkelanjutan.Meski begitu, dia turut menilai sebenarnya ada salah satu area yang masih dapat terus dikembangkan, yakni ketersediaan instrumen sukuk dengan tenor jangka sangat panjang.
Tekanan Ganda Mengadang Unitlink Saham (kontan.co.id, 02/06/2026)
Berbagai sentimen pasar saat ini semakin membebani prospek kinerja unitlink. Imbal hasil dari produk tersebut diprediksi masih akan bergerak negatif dalam jangka pendek.Head of Research Infovesta Utama, Wawan Hendrayana melihat kinerja unitlink saham akan semakin berat setelah kenaikan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin pada bulan lalu. Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi, memang kerap menjadi sentimen negatif bagi pasar saham.Padahal, segmen unitlink tersebut sudah tertekan volatilitas Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Sementara Infovesta mencatat, rata-rata imbal unitlink saham sudah mencetak minus 4,75% secara year to date per April 2026.Kinerja unitlink saham bisa saja berbalik arah bila ada kabar baik dari konflik Iran atau penguatan rupiah. Namun bila gagal mendapat sentimen positif, tren negatif tersebut bisa berlanjut hingga tahun 2026 berakhir.Sebaliknya, kebijakan moneter saat ini dianggap menjadi angin segar bagi prospek unitlink berbasis pasar uang. "Unitlink pendapatan tetap juga diuntungkan dalam jangka menengah lewat kenaikan yield obligasi," kata Wawan.Chief Financial Officer PT Prudential Life Assurance, Adit Trivedi mengakui volatilitas pasar modal memang menyebabkan fluktuasi jangka pendek di pasar saham.
Perusahaan reasuransi nasional, PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), mengingatkan pentingnya ketepatan teknis dalam penetapan nilai pertanggungan ( sum insured ) pada asuransi gangguan usaha atau Business Interruption Insurance (BI). Langkah ini krusial guna menghindari sengketa finansial saat terjadi klaim besar.Hal tersebut menjadi benang merah dalam agenda tahunan Tugure Academy Sharing Session 2026 bertajuk "Business Interruption: Gross Profit vs Revenue: Avoiding the Pitfalls of Misdeclared Sum Insured" yang digelar di atas Kereta Api Wisata milik PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI.Property and Engineering Group Head Tugure Aries Karyadi menegaskan bahwa ketidaktepatan dalam mendeklarasikan nilai pertanggungan pada polis BI berpotensi memicu kesenjangan perlindungan ( under-insurance ) maupun kelebihan pertanggungan ( over-insured ). Efek domino dari kesalahan ini akan langsung memengaruhi kalkulasi besaran penggantian klaim yang diterima nasabah.Aries memaparkan, formulasi sum insured pada Business Interruption Insurance idealnya didasarkan pada laba kotor ( gross profit ) yang dapat dipertanggungkan, bukan mengacu semata-mata pada pendapatan kotor ( revenue atau turnover ).
INOVASI PRODUK, TEKNOLOGI, DAN LAYANAN
Inhealth Ganti Logo, Perkuat Sinergi dengan IFG Life (kompas.com, 02/06/2026)
PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia (Inhealth) resmi melakukan perubahan identitas visual perusahaan melalui peluncuran logo baru pada Selasa (2/6/2026). Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penguatan positioning perusahaan di dalam kelompok usaha Indonesia Financial Group (IFG), holding BUMN asuransi , penjaminan, dan investasi. Perubahan logo tersebut dilakukan secara serentak di Kantor Pusat Inhealth Tower Jakarta, serta mencakup 12 kantor pemasaran, 11 kantor operasional, dan 34 kantor layanan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. DOK. IFG LIFE IFG Life menegaskan komitmen perlindungan nasabah lewat penguatan kinerja keuangan dan klaim yang transparan. Inhealth merupakan anak usaha PT Asuransi Jiwa IFG ( IFG Life ). Penyelarasan identitas visual dilakukan untuk memperkuat keterkaitan perusahaan dengan IFG sebagai induk holding. Direktur Kepatuhan merangkap Pelaksana Tugas Direktur Utama Inhealth Marihot H Tambunan menegaskan, perubahan branding tidak mengubah status hukum perusahaan maupun layanan yang diberikan kepada nasabah. "Perubahan branding tidak mengubah status hukum Perusahaan yaitu 'PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia', begitu pula dengan produk dan layanan, tetap sama.
Mahindra dan Manulife mengumumkan kemitraan untuk mendirikan bisnis asuransi jiwa pada tanggal 12 November 2025. Kedua perusahaan mengkonfirmasi pendirian perusahaan patungan bernama Mahindra Manulife Insurance Limited (MMIL) setelah mendapat persetujuan dari Kementerian Urusan Korporasi. Pendirian MMIL merupakan langkah selanjutnya dalam proses tersebut.Usaha patungan ini memadukan kehadiran kuat Mahindra di India dengan keahlian global Manulife untuk membangun perusahaan asuransi jiwa yang sederhana, berfokus pada pelanggan, berbasis AI, dan mengutamakan layanan digital. Melalui perpaduan antara jangkauan pasar Mahindra yang luas dengan kekuatan Manulife dalam hal inovasi produk, underwriting dan distribusi berbasis agen, MMIL akan berfokus pada perlindungan pemegang polis dan menawarkan solusi keuangan yang menyeluruh sesuai kebutuhan.
ISU REGULASI DAN KEBIJAKAN PEMERINTAH
Proses konsolidasi perusahaan asuransi milik negara saat ini masih berada dalam tahap penjajakan. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) memandang langkah tersebut sebagai upaya positif untuk memperkuat industri asuransi nasional.Ketua Bidang Kerjasama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri dan Internasional AAJI Handojo G. Kusuma mengatakan konsolidasi pada dasarnya memberikan dampak yang baik bagi industri."Saya kira lebih bagus kalau kita melihat dia adalah satu perusahaan yang lebih kuat. Yang penting adalah dalam proses mengkonsolidasinya itu seperti apa dan tentunya memperhatikan juga dari nasabahnya masing-masing," ujar Handojo dalam konferensi pers AAJI, Selasa, (2/6/2026).Meski demikian, ia menekankan bahwa proses konsolidasi harus dilakukan secara hati-hati dengan tetap memperhatikan kepentingan nasabah dari masing-masing perusahaan yang terlibat. Hal tersebut dinilai penting agar proses penggabungan dapat berjalan dengan baik tanpa mengganggu layanan kepada pemegang polis.
Industri asuransi jiwa nasional menunjukkan daya tahan yang kuat di tengah dinamika ekonomi dan volatilitas pasar keuangan global. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat total aset industri tumbuh positif pada kuartal pertama 2026, didukung oleh strategi investasi yang terdiversifikasi serta pengelolaan risiko yang lebih disiplin.Berdasarkan data terbaru AAJI, total aset industri asuransi jiwa mencapai Rp652,89 triliun hingga Maret 2026 atau meningkat 5,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, total investasi industri tumbuh 5,7 persen menjadi Rp571,70 triliun .Ketua Bidang Kerja Sama Antar Lembaga, Regulator, Stakeholder Dalam Negeri dan Internasional AAJI, Handojo G. Kusuma , mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa fundamental industri asuransi jiwa masih berada dalam kondisi sehat dan mampu menjaga kewajiban jangka panjang kepada para pemegang polis.
Skema Baru Polis Asuransi (Bisnis Indonesia, 03/06/2026)
Penyesuaian dokumen polis yang mulai dilakukan industri asuransi jiwa belakangan ini menjadi momentum penting bagi nasabah untuk lebih memahami hak, kewajiban, serta mekanisme perlindungan dalam produk asuransi yang dimiliki.Langkah penyesuaian tersebut dilakukan sebagai tindak lanjut arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan pedoman Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) setelah putusan Mahkamah Konstitusi terkait Pasal 251 Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD). Penyesuaian mencakup Surat Pengajuan Asuransi Jiwa (SPAJ), klausul polis, formulir klaim, hingga pedoman operasional perusahaan asuransi.Meski demikian, penyesuaian dokumen tersebut tidak mengSkema Baru Polis Asuransi ubah manfaat perlindungan yang diterima nasabah.
TuguRe Ungkap Empat Syarat Sukses Konsolidasi Industri Reasuransi (bisnis.com, 02/06/2026)
PT Tugu Reasuransi Indonesia atau Tugure mengungkapkan beberapa syarat keberhasilan konsolidasi industri reasuransi. Cara-cara tersebut terbagi menjadi empat poin.Direktur Operasional Tugure, Erwin Basri mengatakan Danantara kini sedang melakukan kajian terkait industri reasuransi yakni IndonesiaRe, NasRe, dan TuguRe. Untuk TuguRe sendiri, kepemilikannya 50,7% Pertamina/TPI dan Swasta 49,3%.Syarat pertama adalah rekapitalisasi wajib. Maksudnya, ada suntikan modal segar dari Danantara/pemerintah bukan hanya penggabungan ekuitas. Sebab itu, konsolidasi tanpa rekapitalisasi akan sangat berbahaya.
KAMPANYE EDUKASi DAN LITERASI KEUANGAN
PT AIA FINANCIAL (AIA) resmi mengumumkan dua sekolah terbaik nasional dalam ajang kompetisi proyek sekolah sehat . Jakarta berhasil meraih predikat pemenang untuk kategori Sekolah Dasar (SD), sementara dari Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, sukses memenangkan kategori Sekolah Menengah Pertama (SMP).Keberhasilan ini membawa kedua sekolah tersebut melangkah ke panggung internasional. Mereka dijadwalkan mewakili Indonesia dalam kompetisi regional AIA Healthiest Schools yang akan berlangsung di Bangkok, Thailand, pada Juli 2026 mendatang. Di sana, mereka akan bersaing dengan sekolah-sekolah terbaik dari berbagai negara di kawasan Asia Pasifik.Presiden Direktur AIA, Harsya Prasetyo, menegaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk kontribusi nyata perusahaan terhadap kualitas generasi masa depan. AIA ingin menjadikan gaya hidup sehat sebagai bagian tak terpisahkan dari perjalanan belajar anak-anak."AIA Healthiest Schools menghadirkan modul pembelajaran yang dirancang khusus bagi siswa-siswi di Asia Pasifik, termasuk Indonesia. Modul ini dapat diakses secara gratis, fleksibel, dan menyenangkan.
Tunda Proteksi Menyesal Nanti (Info Bank, 03/06/2026)
Tunda Proteksi Menyesal Nanti Jangan tunda proteksi karena risiko bisa datang lebih cepat daripada perkiraan. Pilihan premi makin beragam dan terjangkau, tunggu apa lagi? Tapi, jangan lupa pahami produknya sebelum membeli. Sia muda dan kondisi tubuh yang dirasa masih sangat sehat kerap membuat abai. Bagi sebagian anak muda usia produktif, urusan proteksi bisa jadi belum dianggap penting. Sebagian yang lain mungkin menganggap proteksi seperti asuransi belum diperlukan sehingga menunda sampai usia dirasa sudah cukup atau penghasilan lebih stabil. Padahal, keputusan finansial kecil di usia muda bisa berdampak sangat besar di masa depan.Presiden Direktur AXA Financial Indonesia, Niharika Yadav, menilai cara anak muda memandang proteksi ini menjadi sebuah tantangan, di samping soal kemampuan membeli. Banyak anak muda mengaku belum perlu proteksi karena merasa masih sehat. Padahal, risiko kesehatan kini datang lebih cepat karena faktor gaya hidup dan tekanan hidup modern. Di lain sisi, biaya kesehatan terus meningkat, bahkan melampaui peningkatan pendapatan dalam banyak kasus. Tanpa perlindungan, satu kejadian tak terduga bisa langsung mengganggu kondisi finansial. Jangan memikirkan asuransi sebagai investasi di tahap awal.
Di Tengah Gejolak Ekonomi, Kelas Menengah Didorong Punya Asuransi (jabar.idntimes.com, 02/06/2026)
Gejolak ekonomi masih terjadi di tengah perang Timur Tengah dan memberi dampak pada masyarakat di berbagai negara termasuk Indonesia. Kondisi ini pun secara tidak langsung membuat masyarakat di berbagai kelangan termasuk kelas menengah ikut tertekan.Untuk memproteksi diri dan ekonomi saat ini dan masa depan, kelas menengah diharap bisa tetap memiliki asuransi . Hal ini disampaikan Chief of Agency FWD Insurance Ang Tiam Kit saat berbincang di Kota Bandung, Selasa (2/6/2026).Menurutnya, asuransi yang bisa diikuti untuk kelas menengah ketika menjadi peserta adalah asuransi kecelakaan. Dengan premi yang tidak begitu besar kemudian bisa memberikan proteksi kepada diri sendiri maupun keluarga."Kalau ada kemampuan (uang) wajib lah ini asuransi kecelakaan. Kami di FWD Insurance pun memiliki produk untuk proteksi tersebut," papar Ang.
Program Kurban IFG Life Perkuat Solidaritas Sosial di Idul Adha (kompas.com, 02/06/2026)
PT Asuransi Jiwa IFG (IFG Life) kembali menyalurkan bantuan hewan kurban dalam rangka hari raya Idul Adha 1447 Hijriah. Melalui program tersebut, perusahaan mengurbankan satu ekor sapi dan tiga ekor kambing yang disembelih di Masjid Baiturrahim, IFG Life Juanda, pada 29 Mei 2026. Program kurban tersebut ditujukan bagi karyawan IFG Life dan masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi penyembelihan. KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah Ilustrasi hewan kurban - Sejumlah hewan kurban di salah satu peternakan di Kecamatan Cilengkrang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (14/5/2026). Perusahaan menyebut kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya memperkuat kebersamaan di lingkungan kerja dan masyarakat sekitar. Menurut perusahaan, pelaksanaan kurban merupakan bagian dari komitmen untuk menumbuhkan rasa empati dan mempererat hubungan dengan masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Kupas Transformasi Ekosistem Asuransi: Regulasi Hingga Model Layanan (cnbcindonesia.com, 02/06/2026)
Tingginya inflasi medis yang tak terkendali mulai menggerus daya tahan sistem asuransi kesehatan di Indonesia, sehingga memicu kekhawatiran akan keberlanjutan model bisnis yang ada saat ini. Padahal, kesadaran masyarakat akan asuransi kesehatan terus meningkat di tengah ketidakpastian dunia.Data menunjukkan, inflasi biaya medis di Indonesia mencapai sekitar 13,6% di 2025 (di atas inflasi umum). Angka ini menempatkan Indonesia di posisi tertinggi di kawasan Asia. Peringkat kedua ditempati oleh Thailand dengan inflasi medis 13,1%, lalu Malaysia dengan inflasi medis 12,5%, dan Singapura dengan inflasi medis 11,5%.Namun berbeda dengan negara lain, Indonesia menghadapi tekanan tambahan yaitu penetrasi asuransi yang masih rendah dan ketergantungan biaya langsung masyarakat (out of pocket) yang masih tinggi yaitu sekitar 33%. Tingginya out of pocket, yang menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK), mencapai Rp175 triliun tersebut menunjukkan kenaikan biaya kesehatan langsung dirasakan oleh masyarakat.Lonjakan biaya medis berdampak langsung pada kinerja profitabilitas industri asuransi.
Menjaga Janji dengan Data dan Empati (Info Bank, 03/06/2026)
Di tengah risiko industri asuransi yang makin kompleks, kemampuan membaca data saja tidak cukup bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin juga dituntut memahami manusia, konteks, dan kebutuhan yang terus berubah. Hal itu diyakini Alexander Mahendrawan, SVP Product, Marketing, and Corporate Planning Tokio Marine Life Insurance Indonesia (Tokio Marine Life). Menurutnya, keputusan yang baik harus lahir dari keseimbangan antara analisis dan empati kepada seluruh stakeholder, mulai dari internal perusahaan hingga nasabah.Ya stakeholder itu kan macammacam ya. Saya sendiri, bos saya, teman kerja, dan yang pasti nasabah sebagai keputusan utama kami, ujar pria yang akrab disapa Alex ini saat ditemui Infobank, Mei lalu.Dalam perannya yang membawahkan divisi product, marketing, dan corporate planning, Alex melihat pendekatan data-driven decision making sebagai fondasi penting agar setiap strategi tetap relevan dan berdampak nyata. Apa pun yang kami rencanakan itu memang relevan dan juga berorientasi pada solusi yang nyata bagi nasabah kami, jelasnya.Perjalanan karier Alex sendiri dimulai sekitar dua dekade lalu di divisi brand and communications.Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Padjadjaran ini menilai industri asuransi memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar bisnis.
INFORMASI KEUANGAN
|
USD/IDR |
17.946,95 |
|
IHSG |
5.889,48 |
|
BI Rate |
5.25 % |
Sumber Media:
kompas.com, liputan6.com, cnnindonesia.com, cnbcindonesia.com, Jawa Pos, idntimes.com, republika.co.id, antaranews.com, disway.id, bisnis.com, kontan.co.id, id.tradingview.com, metrotvnews.com, mediaindonesia.com, katadata.co.id, Banjarmasin Post, Kontan, medcom.id, Investor Daily, wartakota.tribunnews.com, akurat.co, wartaekonomi.co.id, jakarta.suaramerdeka.com, infobanknews.com, Ekonomi Neraca, investortrust.id, koran-jakarta.com, fortuneidn.com, seputarcibubur.pikiran-rakyat.com, mediaasuransinews.co.id, industry.co.id, kisi.co.id, asatunews.co.id, theiconomics.com, beritakota.id, readers.id, kabarnusantara.id, sumbawanews.com, beritajejakfakta.id, depok.inews.id, babelinsight.id, persen.id, wmhg.org, jakarta365.net, kalselbabusalam.com, viv.co.id, Smart FM, suara.com, investor.id, jawapos.com, Batam Pos, Radar Sukabumi, mataram.antaranews.com, sindonews.com, merdeka.com, cobisnis.com, mediakompeten.co.id, viva.co.id, id.alongwalker.co, tirto.id, pasardana.id, opiniindonesia.com, bogor.apakabarnews.com, bisnispost.com, mediaemiten.com, harianinvestor.com, businesstoday.id, infobumn.com, hariansumedang.com, serambiislam.com, halloup.com, sawitpost.com, haijateng.com, sumateraekspres.com, indoinsider.com, digikomnews.com, jazirahnews.com, pangannews.com, apakabartv.com, Info Bank, jabar.idntimes.com, rctiplus.com, jpnn.com, rm.id, koranbumn.com, sultramedia.id, detik.com, tandaseru.id, romisaputra.com, sekbernews.id, bisik.id, pdiperjuanganbali.id, pojokpapua.id, publika.id, marketeers.com, olenka.id, moneter.id, dki.pikiran-rakyat.com, Sinar Indonesia Baru, stabilitas.id, dan Bisnis Indonesia.
