Peran Beneficiary Dalam Asuransi Jiwa



Peran Beneficiary Dalam Asuransi Jiwa

Dalam dunia asuransi jiwa dikenal istilah beneficiary yang memiliki arti penerima manfaat. Lalu apa peran dari si penerima manfaat ini?

Penerima manfaat atau orang yang mendapatkan keuntungan dari sesuatu yang terkait dengan keuangan umumnya pada dunia asuransi berupa polis asuransi, dana perwalian ataupun surat wasiat. Lebih mudahnya, beneficiary bisa diartikan sebagai ahli waris yang nantinya akan menerima premi.

Beneficiary atau ahli waris akan mendapat manfaat Ketika pemegang polis meninggal dunia. Saat mendaftarkan diri untuk ikut dalam produk asuransi jiwa tertentu nasabah akan diminta untuk mengisi data siapa anggota keluarga yang nantinya menerima uang pertanggungan. Lalu, beneficiary juga memiliki jenis yang terbafi menjadi empat. Berikut jenis – jenis beneficiary dalam asuransi jiwa.

  1. Primary Beneficiary

Primary Beneficiary atau penerima manfaat utama yaitu mereka yang menjadi prioritas untuk menerima manfaat tersebut Ketika tertanggung meninggal dunia. Contohnya, suami menunjuk istrinya sebagai penerima pertama dari pembayaran klaim asuransi jiwa.

  1. Contingent Beneficiary

Dapat disebut juga sebagai penerima manfaat sekunder yang akan menerima uang pertanggungan saat penerima utama berhalangan. Contohnya anak tertanggung yang ditunjuk untuk menerima manfaat kalau istri/suami juga meninggal dunia.

  1. Revocable Beneficiary

Revocable Beneficiary yaitu penerima manfaat yang sifatnya bisa dibatalkan karena suatu alasan. Misalnya suami yang menunjuk istrinya sebagai penerima manfaat bisa dibatalkan dan diganti dengan orang lain sesuai dengan kesepakatan Bersama.

  1. Irrevocable Beneficiary

Irrevocable beneficiary adalah penerima manfaat asuransi yang tidak bisa dibatalkan. Hanya ada satu cara untuk bisa membatalkan atau menghapuskan nama seseorang sebagai beneficiary ini yaitu dengan meminta persetujuan dari pemegang polis maupun beneficiary.

Lebih dalam lagi, beberapa fakta mengenai beneficiary dalam asuransi jiwa sebagai berikut.

Fakta Tentang Beneficiary dalam Asuransi Jiwa

Menjadi pihak penerima manfaat pertanggungan memiliki peran yang penting oleh karena itu pemegang polis harus sudah mempersiapkan dan hati – hati dalam memasukan data. Jangan sampai terjadi kesalahan, karena kesalahan dalam pemilihan beneficiary akan membuat premi yang telah dibayarkan bertahun – tahun bisa menjadi sia-sia. Berikut adalah beberapa fakta mengenai beneficiary.

  1. Beneficiary Tidak Harus Keluarga

Walau pada umumnya penerima manfaat pertanggungan adalah keluarga seperti ostri atau anak namun hal tersebut bukan sesuatu yang mutlak. Artinya pemegang polis bebas memilih siapa yang akan dijadikan beneficiary tanpa memandang hubungan kekeluargaan.

Beneficiary tidak harus perorangan atau individu tapi bisa juga organisasi. Misalnya nasabah pemegang polis memiliki hutang pada Lembaga maka bisa saja menunjuk organisasi tersebut sebagai beneficiary selama bisa memenuhi syarat dan ketentuan yang ada.

  1. Prinsip Insurable Interest

Pihak yang telah ditunjuk sebagai beneficiary harus memenuhi insurable interest. Apa itu yang di maksud dengan insurable interest? Yang dimaksud yaitu kondisi dimana beneficiary bisa mendapatkan keuntungan jika orang yang dijaminkan dalam asuransi (tertanggung) tetap hidup. Namun sebaliknya beneficiary akan memiliki risiko kerugian jika tertanggung meninggal dunia.

Jadi dapat diartikan insurable interest merupakan suatu ketergantungan finansial beneficiary kepada tertanggung tersebut. Persyaratan mengenai insurable interest ini harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum penerbitan polis asuransi jiwa.

  1. Cukup Umur

Pihak asuransi tidak akan membayarkan premi tertanggung kepada anak – anak di bawah umur. Oleh sebab itu bagi pemegang polis tidak disarankan untuk menjadikan anak dibawah umur menjadi beneficiary. Namun, jika ingin memberikan manfaat pertanggungan kepada anak, dan sang anak belum mencukupi umur sebaiknya dialihkan kepada anak tertua atau anggota keluarga lain yang sudah cukup usia.

Itulah informasi mengenai peran beneficiary dalam asuransi jiwa. Melihat pentingnya peran beneficiary dalam asuransi jiwa maka sebaiknya ketika kamu mendaftarkan diri pada asuransi jiwa sebaiknya penunjukan untuk beneficiary dilakukan dengan hati – hati dan pertimbangan yang matang.

Older Post